Pasar ponsel murah dan kelas menengah sedang menghadapi perubahan yang tidak kecil. Jika LPDDR4 benar-benar dihentikan, produsen perangkat hemat kemungkinan harus beralih ke LPDDR5 atau LPDDR5X yang biayanya lebih tinggi.
Perubahan itu penting karena LPDDR4 selama ini membantu menjaga harga smartphone tetap rendah. Saat komponen murah makin sempit pasokannya, ruang untuk menekan harga di segmen budget ikut mengecil.
Samsung dikabarkan akan menghentikan produksi memori LPDDR4 pada akhir 2026. TheElec, dikutip Notebookcheck, melaporkan Samsung sudah berhenti menerima pesanan baru untuk modul LPDDR4, termasuk LPDDR4X yang lebih hemat daya.
Perusahaan disebut telah memproduksi chip ini selama hampir satu dekade. Kini, kapasitas pabrik ingin dialihkan ke LPDDR5 dan LPDDR5X yang merupakan generasi lebih baru.
Langkah itu juga masuk akal dari sisi bisnis. Produk memori generasi baru umumnya menawarkan performa lebih tinggi dan margin yang lebih menarik bagi produsen.
Namun, Samsung belum menjelaskan alasan resminya. Sejumlah pengamat menilai keputusan ini bisa berkaitan dengan peluang keuntungan LPDDR5 yang lebih besar, sementara yang lain mengaitkannya dengan ratifikasi LPDDR6 baru-baru ini.
Bagi pembuat ponsel, dampaknya terasa paling besar di kelas bawah. Qualcomm dan MediaTek selama ini memakai modul seperti ini di perangkat murah untuk menekan biaya produksi.
Saat LPDDR4 dari Samsung tak lagi tersedia, produsen kehilangan salah satu opsi hemat yang selama ini membantu menjaga harga jual tetap rendah. Dalam kondisi seperti itu, sebagian biaya berpotensi bergeser ke konsumen.
Efeknya juga bisa menjalar ke desain perangkat. Jika LPDDR4X sulit didapat, merek seperti Xiaomi misalnya dapat terdorong memakai LPDDR5X pada model baru, lalu menaikkan harga jual karena ongkos pengadaan ikut naik.
Di sisi lain, perpindahan ke memori yang lebih baru membawa keuntungan teknis. LPDDR5 lebih cepat daripada LPDDR4, sehingga ponsel yang memakainya berpeluang menawarkan performa lebih baik.
Meski begitu, kenaikan performa tidak otomatis menjadi kabar baik untuk pembeli yang mengejar harga terendah. Banyak orang memilih ponsel murah dan menengah justru karena rela mengorbankan tenaga pemrosesan demi selisih harga yang lebih terjangkau.
Samsung juga bukan satu-satunya pemain besar di pasar ini. SK Hynix diperkirakan memegang pangsa sekitar 26%, sementara Micron juga disebut sebagai pemain besar lainnya.
Masih ada kemungkinan pasokan LPDDR4 tetap bertahan lewat pemain lain. ETNews menyebut perusahaan Tiongkok Gigadevice dan Changxin Memory Technology atau CXMT bekerja sama untuk menjual chip LPDDR4, DDR3, dan DDR4 mereka sendiri.
Jika rencana itu berjalan lancar, CXMT dan Gigadevice dapat menjadi pemasok penting LPDDR4 dan LPDDR4X. Kehadiran mereka bisa membantu menjaga harga tetap kompetitif bagi pembuat dan pembeli ponsel terjangkau, meski Samsung berpotensi kehilangan sebagian posisinya di segmen RAM murah.
Sampai saat ini, Samsung belum mengonfirmasi atau membantah kabar penghentian LPDDR4. Perusahaan sebelumnya juga pernah mengumumkan akan menghentikan produksi DDR4 pada akhir tahun, lalu mundur karena terikat kontrak non-cancelable, non-returnable yang mewajibkan pemenuhan pesanan tertentu.
