Presiden Belarus Alexander Lukashenko tiba di Jakarta dan langsung disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Lanud Halim Perdanakusuma. Kehadiran pejabat tinggi Indonesia dalam penyambutan itu menandai bobot diplomatik kunjungan kenegaraan tersebut.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Sjafrie menegaskan bahwa dirinya hadir atas nama Presiden Prabowo Subianto. Ia menulis, “Saya mewakili Presiden RI menyambut kehadiran Presiden Republik Belarus H.E. Alexander Lukashenko.”
Penyambutan resmi di Halim Perdanakusuma
Ketibaan Lukashenko berlangsung di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Setibanya di lokasi, ia disambut tarian tradisional sebelum menuju kendaraan yang telah disiapkan.
Susunan penyambutan itu memperlihatkan nuansa resmi sekaligus penghormatan diplomatik dari Indonesia. Momen tersebut juga menunjukkan bahwa kunjungan Belarus diperlakukan sebagai agenda antarnegara yang memerlukan perhatian langsung dari unsur kabinet.
Ruang kerja sama yang dibicarakan
Sjafrie menyebut kedatangan Presiden Belarus sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan kedua negara. Ia juga menilai kunjungan ini membuka ruang penguatan kerja sama strategis yang saling menghormati dan memberi kontribusi bagi kemajuan kedua bangsa.
Rencana pertemuan dengan Presiden Prabowo disebut akan berlangsung pada Kamis besok. Agenda itu menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kenegaraan yang sedang dipersiapkan secara intensif.
Sejumlah pembahasan bilateral juga sudah lebih dulu disiapkan sebelum Lukashenko tiba di Jakarta. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenko, di Jakarta pada Selasa (30/6).
Pertemuan tersebut membahas penyelenggaraan kunjungan serta keluaran konkret yang diharapkan muncul dari agenda kenegaraan ini. Kedua pihak juga mengapresiasi koordinasi erat antarkementerian dan lembaga dari Indonesia dan Belarus dalam menyiapkan seluruh rangkaian acara.
Fokus pembahasan dari ekonomi hingga teknologi
Topik yang dibicarakan tidak berhenti pada urusan seremoni. Indonesia dan Belarus turut menyoroti penguatan hubungan bilateral di sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang kerja sama lebih luas.
| Bidang Pembahasan | Fokus Utama |
|---|---|
| Ekonomi | Penguatan hubungan bilateral |
| Pertanian | Kerja sama sektoral yang saling menguntungkan |
| Ketahanan pangan | Potensi kontribusi bagi kedua negara |
| Kebudayaan | Pengembangan hubungan antarmasyarakat |
| Ilmu pengetahuan dan teknologi | Kerja sama yang lebih konkret |
Indonesia juga menyambut baik rencana peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 dalam kunjungan ini. Dokumen tersebut diharapkan menjadi kerangka kerja untuk mendorong hubungan yang lebih terarah dan saling menguntungkan.
Belarus dan posisi strategisnya di kawasan
Belarus disebut sebagai mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia. Negara itu juga merupakan salah satu anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia atau Eurasian Economic Union (EAEU).
Dalam konteks yang lebih luas, Indonesia dan EAEU telah menandatangani persetujuan perdagangan bebas pada Desember 2025. Karena itu, kunjungan kenegaraan Lukashenko dinilai relevan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
Di tingkat regional dan global, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Pembahasan itu memperlihatkan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat protokoler, tetapi juga diarahkan pada agenda kerja sama yang lebih substansial.
Source: www.suara.com






