MacBook Neo menonjol di kelas laptop murah karena membawa efisiensi daya yang sulit disaingi. Apple mengklaim baterainya dapat bertahan hingga 16 jam untuk pemutaran video, sementara Tom’s Guide mencatat 13 jam 28 menit untuk penggunaan normal seperti browsing dan membuka Slack.
Ketahanan seperti itu membuatnya unggul dari banyak laptop Windows murah yang umumnya berhenti di bawah 10 jam. Bahkan pada kelompok yang lebih awet sekalipun, daya tahan perangkat Windows biasanya masih berada di kisaran 11 hingga 14 jam.
Performa yang tetap relevan untuk penggunaan harian
Selain baterai, MacBook Neo juga mengandalkan chipset Apple A18 Pro yang dibangun dengan fabrikasi 3nm. Chipset ini memakai GPU Apple A18 Pro GPU, clock speed hingga 4GHz, serta konfigurasi dua core Everest dan empat core Sawtooth.
Hot Hardware mencatat perangkat ini mampu menjalankan Resident Evil 2 Remake, Cyberpunk 2077, Elden Ring, dan Resident Evil 9 Requiem di kisaran 50 hingga 60 FPS. Uji Steel Nomad Light Stress Test juga menunjukkan kestabilan 89,8 persen.
Kombinasi tersebut membuat MacBook Neo cukup menarik untuk tugas ringan hingga menengah. Perangkat ini masih cocok dipakai untuk tugas sekolah, email, pekerjaan kantor, editing foto, dan rendering video 1080p.
Integrasi Apple yang terasa praktis
Keunggulan lain datang dari ekosistem Apple yang terhubung rapat sejak awal. Apple menjelaskan bahwa MacBook Neo dapat tersambung ke iPhone tanpa kabel dan mendukung universal clipboard, screen mirroring, copy paste data instan, serta AirDrop.
Fitur-fitur itu membantu alur kerja harian berjalan lebih singkat karena perpindahan data terasa lebih mulus. Bagi pelajar dan pekerja kantoran yang sering berpindah perangkat, integrasi semacam ini memberi nilai tambah yang sulit ditemukan pada laptop Windows murah.
Bodi aluminium dan keamanan biometrik
Dari sisi fisik, MacBook Neo memakai bodi aluminium penuh dengan bobot 1,2 kilogram dan ketebalan 1,27 centimeter. WIRED menyebut material ini membuat perangkat terasa kuat, kokoh, dan lebih premium dibanding banyak pesaing di kelas harga serupa.
Dimensi tersebut membuatnya mirip MacBook Air dan terasa lebih mewah daripada laptop lain seperti Acer Aspire Go, HP Victus Gaming, dan Axioo Pongo 725. Material aluminium juga disebut lebih tahan terhadap benturan, gesekan, dan pemakaian jangka panjang.
MacBook Neo juga memiliki Touch ID sebagai sistem keamanan biometrik. Namun, Macworld menjelaskan bahwa fitur ini hanya tersedia pada varian tertinggi 512GB, yang di Indonesia berada di kisaran Rp14 juta sampai Rp15 jutaan menurut harga retail dari berbagai distributor resmi.
Masih paling masuk akal untuk pengguna mobile
Di pasar laptop murah, perangkat ini akhirnya tampil sebagai opsi yang terasa lebih matang bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas. Bobot ringan, bodi aluminium, baterai panjang, dan integrasi ekosistem Apple membuatnya menonjol di tengah laptop Windows murah yang kerap masih mengandalkan bodi plastik dan fitur dasar.
Karena itu, MacBook Neo lebih cocok untuk pengguna mobile yang membutuhkan perangkat praktis dan tahan dipakai harian. Meski begitu, laptop ini tidak dirancang untuk gamer kompetitif atau editor animasi 3D.
Source: www.idntimes.com






