Magnesium Sitrat Bisa Mengganggu Malam Anda, Glisinat Dinilai Lebih Cocok untuk Tidur

Author: Redaksi Android62

Magnesium sitrat dapat memicu efek pencahar ringan, sehingga penggunaannya menjelang tidur tidak selalu sesuai bagi orang yang mencari relaksasi. Dalam konteks dukungan tidur, ahli diet menilai magnesium glisinat sebagai bentuk yang lebih tepat untuk dicoba.

Perbedaan itu bukan terletak pada kandungan mineral magnesiumnya semata, melainkan pada senyawa yang mengikatnya. Ikatan tersebut memengaruhi karakter penggunaan masing-masing bentuk, terutama dampaknya terhadap sistem pencernaan.

Glisinat dan sitrat memiliki tujuan berbeda

Magnesium glisinat terikat dengan glisin, asam amino yang disebut memiliki sifat menenangkan. Kombinasi ini membuatnya relevan bagi orang yang ingin mendukung kondisi rileks sebelum beristirahat.

Magnesium sitrat, sebaliknya, terikat dengan asam sitrat dan lebih erat dikaitkan dengan respons pada saluran pencernaan. Ahli diet Vicki Koenig menjelaskan bentuk ini memiliki efek osmotik yang lebih besar pada sistem pencernaan.

Jenis magnesium Terikat dengan Karakter penggunaan
Magnesium glisinat Glisin Dinilai mendukung relaksasi dan tidur
Magnesium sitrat Asam sitrat Dapat memberi efek pencahar ringan

Efek osmotik magnesium sitrat dapat membuat tinja lebih lunak atau memicu diare. Karakter tersebut membuat bentuk sitrat lebih dikenal karena pengaruhnya terhadap pencernaan daripada sebagai dukungan relaksasi malam hari.

Koenig menyatakan, “Magnesium glisinat akan jadi bentuk yang lebih baik untuk dicoba dalam konteks mendukung tidur.” Penilaian ini menekankan pentingnya menyelaraskan jenis suplemen dengan tujuan penggunaannya.

Peran magnesium saat tubuh bersiap istirahat

Menurut ahli diet Anar Allidina, magnesium membantu menenangkan sistem saraf dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Sistem ini berkaitan dengan keadaan istirahat dan pencernaan, ketika tubuh mulai meninggalkan respons siaga.

Peralihan dari kondisi tegang menuju rileks menjadi salah satu alasan magnesium banyak dicari oleh orang yang sulit terlelap. Mineral ini juga bekerja pada zat kimia otak yang mendukung relaksasi.

Selain itu, magnesium memiliki peran dalam produksi melatonin alami tubuh. Melatonin merupakan hormon yang dilepaskan sebagai persiapan tidur.

Allidina, sebagaimana dikutip CNN Indonesia dari Prevention, menyebut magnesium mendukung ritme sirkadian agar produksi melatonin terjadi pada waktu yang tepat. Dukungan ini berkaitan dengan pengaturan waktu tubuh dalam memasuki periode istirahat.

“Magnesium mendukung ritme sirkadian Anda, membantu tubuh Anda memproduksi melatonin pada waktu yang tepat-tidak terlalu awal dan tidak terlalu larut,” kata Allidina. Karena itu, pemilihan bentuk magnesium perlu mempertimbangkan apakah kebutuhan utama seseorang adalah relaksasi atau dukungan pencernaan.

Magnesium dan melatonin sama-sama kerap dibahas untuk kebutuhan tidur, tetapi peran magnesium tidak terbatas pada hormon tersebut. Mineral ini juga dikaitkan dengan sistem saraf parasimpatik, relaksasi, dan ritme sirkadian tubuh.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru