Tagihan Rp961 Juta Belum Lunas, Mak Vera Sebut Nama Baik dan Keuangannya Hancur

Mak Vera menagih kewajiban senilai Rp961 juta kepada sebuah stasiun televisi nasional yang tidak disebutkan namanya. Mantan manajer mendiang Olga Syahputra itu menyatakan tunggakan tersebut telah menghancurkan kondisi keuangan pribadi dan nama baiknya.

Keluhan itu disampaikan Mak Vera melalui unggahan Instagram pada Selasa (21/4/2026). Ia meminta pihak televisi menunjukkan iktikad baik setelah penantian penyelesaian pembayaran berlangsung bertahun-tahun.

Nilai yang dipersoalkan merupakan gabungan tunggakan utama Rp948 juta dan tambahan Rp13 juta. Dalam unggahannya, Mak Vera menulis bahwa dua nominal tersebut belum dibayarkan sejak 2017.

KeteranganNominalStatus yang Disampaikan
Tunggakan utamaRp948.000.000Belum dibayar sejak 2017
Tambahan nominalRp13.000.000Dicantumkan bersama tagihan utama
Total tagihanRp961.000.000Masih dituntut untuk dilunasi

“TV tersebut belum membayar Rp948.000.000 ditambah Rp13.000.000 dari tahun 2017,” tulis Mak Vera. Pernyataan itu menjadi dasar tuntutannya terhadap stasiun televisi tersebut.

Cicilan Disebut Berhenti pada Juli 2019

Menurut Mak Vera, pembayaran piutang itu sebelumnya sempat dilakukan dengan sistem cicilan. Namun, ia menyebut pembayaran tersebut berhenti pada Juli 2019 sebelum seluruh kewajiban terselesaikan.

“Pembayaran dicicil sampai berhenti di bulan Juli 2019,” tulisnya. Sejak saat itu, Mak Vera menyatakan tidak memperoleh kepastian mengenai pelunasan sisa hak kerja yang ia tagihkan.

Persoalan ini, menurut Mak Vera, tidak hanya terkait angka yang belum diterima. Ia menilai dampaknya langsung mengenai pengelolaan keuangan pribadinya.

“TV anda sudah merugikan keuangan saya pribadi,” lanjut Mak Vera dalam unggahan tersebut. Ungkapan itu memperlihatkan kekecewaannya terhadap tunggakan yang disebut belum berakhir selama bertahun-tahun.

Nama Baik Ikut Disinggung

Mak Vera juga mengaitkan persoalan pembayaran dengan reputasinya. Ia merasa hak kerja yang belum dipenuhi telah membawa dampak pada nama baiknya.

“Nama baik dan keuangan saya hancur gara-gara TV tersebut belum membayarkan hak kerja,” tuturnya. Ia mendesak agar honor atas program-program yang telah tayang sejak 2017 segera dilunasi.

Suara.com melaporkan bahwa keberatan itu disampaikan Mak Vera melalui media sosial setelah ia menunggu kejelasan dalam waktu lama. Stasiun televisi yang menjadi pihak tertagih tidak disebutkan dalam unggahan tersebut.

Kasus ini menempatkan kepastian pembayaran sebagai isu penting dalam kerja sama produksi program televisi. Bagi Mak Vera, pelunasan tunggakan diperlukan untuk menjawab kerugian finansial dan reputasi yang ia nyatakan alami.

Source: www.suara.com
Berita Terkait