Makan Lebih Awal Bantu Tidur, Pencernaan, dan Kendali Berat Badan Lebih Terjaga

Author: Redaksi Android62

Kebiasaan makan malam sebelum jam 7 malam sering dipandang sebagai cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap teratur. Di balik itu, ada tiga dampak yang paling sering dibahas karena berkaitan langsung dengan berat badan, kualitas tidur, dan kerja metabolisme.

Salah satu alasan kebiasaan ini menarik perhatian adalah kaitannya dengan pencernaan yang lebih baik. Ahli gizi klinis Dr. Rupali Dutta, seperti dikutip NDTV Food, menjelaskan bahwa makan malam lebih awal dapat membantu proses cerna, dan kondisi itu ikut mendukung upaya penurunan berat badan.

Saat makan terlalu larut, makanan cenderung lebih lama berada di usus dan proses pencernaan bisa terganggu. Sebaliknya, tubuh punya waktu lebih panjang untuk memproses makanan yang masuk bila makan dilakukan lebih awal, sehingga rasa kenyang juga dapat datang lebih cepat.

Dalam jangka panjang, kalori yang tidak digunakan akan disimpan tubuh sebagai lemak. Jika kebiasaan makan larut malam terus berulang, pola itu bisa ikut mendorong kenaikan berat badan.

Pengaruh pada tidur malam

Dampak berikutnya muncul ketika waktu makan terlalu dekat dengan waktu tidur. Makan terlalu banyak atau makan terlalu larut dapat meningkatkan risiko mulas dan gangguan pencernaan, sementara camilan sebelum tidur juga disebut membuat tubuh lebih sulit tertidur.

Kondisi itu membuat tubuh berada dalam keadaan siaga tinggi dan mengganggu ritme sirkadian. Akibatnya, tubuh tidak sepenuhnya masuk ke fase istirahat yang dibutuhkan pada malam hari.

Makan lebih awal memberi tubuh kesempatan untuk mencerna makanan sebelum tidur tiba. Hasilnya, tidur bisa terasa lebih nyenyak dan kondisi saat bangun berpotensi lebih segar.

Metabolisme dan pencernaan lebih terjaga

Waktu makan juga berhubungan dengan cara tubuh mengatur metabolisme. Saat makan larut malam, sistem pencernaan tetap bekerja ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat, sehingga metabolisme dapat melambat dan memicu kembung, mulas, atau gangguan pencernaan.

Tubuh mengikuti ritme sirkadian yang ikut mengatur proses metabolisme. Karena itu, waktu makan yang selaras dengan ritme tersebut membantu tubuh bekerja lebih efisien.

Pada situasi itu, tubuh punya waktu untuk membakar kalori dan memproses nutrisi sebelum masuk ke mode istirahat serta perbaikan. Sebaliknya, kebiasaan makan larut malam yang terus dilakukan membuat makanan berisiko tidak dicerna optimal dan dalam jangka panjang dapat ikut berkontribusi pada penambahan berat badan.

Makan malam sebelum jam 7 malam memang bukan jawaban untuk semua persoalan kesehatan. Namun dari sisi pencernaan, tidur, dan metabolisme, pola ini memberi manfaat yang layak dipertimbangkan bagi mereka yang ingin menjaga tubuh tetap lebih seimbang.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru