Makan Malam Terlalu Dekat Dengan Tidur, Empat Kelompok Makanan Ini Bisa Mengganggu Istirahat Anda

Author: Redaksi Android62

Banyak orang mengira gangguan tidur selalu datang dari stres atau kebiasaan begadang. Padahal, pilihan makan malam juga bisa ikut menentukan apakah tubuh benar-benar siap beristirahat atau justru tetap sibuk mencerna.

Hal yang terlihat sepele di piring malam hari kadang memberi efek yang baru terasa saat tubuh sudah rebah di tempat tidur. Tidur bisa jadi lebih dangkal, tubuh terasa kurang segar saat bangun, atau seseorang terjaga di tengah malam tanpa menyadari penyebabnya.

Makanan berlemak berat sering jadi pemicu

Salah satu kelompok makanan yang patut diwaspadai adalah makanan tinggi lemak jenuh, termasuk burger keju. Ahli gizi Kelly Jones, dikutip Eating Well, menyebut lemak jenuh berlebihan dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan lebih lama berada di perut.

Saat proses ini berlangsung, aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan ketika tubuh seharusnya mulai rileks. Akibatnya, tubuh justru masih bekerja keras untuk mencerna makanan dan lebih sulit masuk ke fase tidur yang nyaman.

Kelompok lain yang juga perlu dibatasi adalah daging dan ayam goreng. Lemak jenuh dari makanan tersebut dapat menghambat saluran pencernaan dan memicu refluks asam yang membuat malam terasa tidak nyaman.

Camilan manis belum tentu aman sebelum tidur

Cokelat sering dianggap sebagai camilan ringan yang cocok dimakan kapan saja. Namun, kandungan kafeinnya dapat menjadi masalah bagi orang yang sensitif terhadap stimulan ini.

Dalam kondisi seperti itu, cokelat bisa membuat seseorang lebih sulit terlelap saat malam tiba. Meski cokelat juga dikenal kaya antioksidan dan rendah gula, kandungan kafeinnya tetap berpotensi mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Kelompok makanan manis dan karbohidrat olahan juga tidak kalah penting untuk dibatasi. Roti putih, pasta, sereal manis, dan permen dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis.

Lonjakan gula darah seperti ini bisa membuat seseorang terbangun di malam hari. Risiko tersebut sering tidak disadari karena makanan itu kerap dipilih sebagai camilan larut malam.

Rasa pedas bisa membuat tubuh sulit tenang

Makanan pedas juga sering masuk daftar menu malam tanpa banyak pertimbangan. Padahal, menurut Healthline, makanan pedas dapat memicu gangguan pencernaan seperti perut mulas yang membuat tubuh tetap terjaga.

Kondisi itu terjadi ketika asam naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi. Selain itu, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh meski hanya sementara, dan perubahan ini dapat mengganggu kualitas tidur.

Waktu makan sama pentingnya dengan jenis makanan

Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang berbaring di tempat tidur. Apa yang dimakan sebelum tidur ikut menentukan apakah malam terasa tenang atau justru penuh gangguan.

Saat malam tiba, tubuh membutuhkan kondisi yang lebih ringan agar proses istirahat berjalan optimal. Karena itu, makanan tinggi lemak, pedas, manis, dan berkafein sebaiknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

Pilihan makan yang lebih tepat pada sore dan malam hari dapat membantu mencegah rasa tidak nyaman di lambung, refluks asam, dan terbangun di tengah malam. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak akan lebih besar.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru