Marcos Llorente mengungkap rencana yang tak biasa di tengah persiapannya membela Spanyol pada laga krusial fase grup Piala Dunia 2026 melawan Uruguay. Gelandang Atletico Madrid itu ingin membangun sekolah anak usia dini yang bebas dari paparan medan elektromagnetik, minim teknologi digital, dan dirancang selaras dengan cara hidup yang ia yakini sehat.
Proyek tersebut ia bayangkan sebagai tempat belajar untuk anak hingga usia enam tahun dengan suasana alami, banyak aktivitas luar ruangan, serta pencahayaan yang baik. Dalam pódcast Acento Noor bersama jurnalis Noor Ben Yessef, Llorente menegaskan bahwa sekolah itu tidak akan dipenuhi layar, iPad, atau permainan digital, melainkan mainan tradisional.
Rencana yang lahir dari pengalaman sebagai ayah
Dorongan utama di balik gagasan itu datang dari kehidupan pribadinya. Putri pertamanya, Amor, lahir pada 14 Februari 2025 dari pernikahannya dengan Paddy Noarbe, setelah keduanya menjalin hubungan lebih dari sepuluh tahun.
Llorente menyampaikan bahwa sekolah tersebut pada dasarnya ia siapkan agar anaknya bisa belajar di tempat yang ia anggap aman dan nyaman. Ia ingin meninggalkan putrinya di lingkungan yang menurutnya akan membuat sang anak “sempurna, seperti di rumah”.
Model pendidikan yang tidak dibangun dari nol
Meski gagasannya terdengar sangat personal, Llorente menegaskan bahwa kurikulum sekolah tidak akan disusun berdasarkan pikirannya sendiri. Ia mengatakan konsepnya akan mengadaptasi model pendidikan alternatif yang sudah berjalan dan terbukti efektif.
Artinya, proyek tersebut bukan sekadar ide spontan, melainkan rencana yang ingin menggabungkan pendidikan usia dini dengan pendekatan yang lebih natural. Fokus utamanya tetap pada anak kecil, bukan pada penggunaan teknologi di ruang kelas.
Cara hidup yang konsisten dengan pandangannya
Keinginan membangun sekolah bebas radiasi itu sejalan dengan gaya hidup Llorente yang dikenal sangat memperhatikan kesehatan dan pola makan alami. Ia kerap menolak gaya hidup modern yang menurutnya terlalu artifisial.
Dalam wawancara terpisah dengan media SPORT, Llorente bahkan mengkritik modernisasi global yang menurutnya menjauhkan manusia dari ekosistem alamiah. Ia menyebut kehidupan saat ini mendorong orang ke arah sesuatu yang artifisial dan tidak sehat.
Pandangan tersebut sebelumnya juga sempat memicu kontroversi di media Spanyol. Llorente pernah dikritik karena sikapnya yang menolak penggunaan krim pelindung matahari serta kebiasaannya memakai kacamata dengan filter kuning.
Belum ada lokasi dan jadwal pembangunan
Meski sudah mengungkap ide besarnya ke publik, Llorente belum menjelaskan di mana sekolah itu akan dibangun. Ia juga belum mengumumkan kapan pembangunan fisik proyek tersebut akan dimulai.
Sejauh ini, yang sudah jelas adalah arah besar proyek itu: sekolah untuk anak usia dini dengan pencahayaan alami, aktivitas luar ruangan, pembatasan teknologi digital, perhatian pada kualitas makanan, dan upaya menyingkirkan unsur kimia berbahaya di lingkungan belajar. Bagi Llorente, rancangan tersebut menjadi perpanjangan dari cara hidup yang ia anggap paling sehat untuk keluarganya.







