Maroko dan Prancis Sama-sama Tak Terbendung, Bentrokan Besar Sudah Menanti di Boston

Author: Redaksi Android62

Maroko dan Prancis menjadi dua tim pertama yang memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah sama-sama menang dengan cara meyakinkan. Keduanya kini bersiap untuk saling berhadapan di Boston, dengan tiket semifinal menjadi taruhannya.

Prancis melaju lebih dulu berkat kemenangan 1-0 atas Paraguay di Philadelphia. Kylian Mbappe kembali menjadi pembeda setelah mengeksekusi penalti pada babak kedua, ketika pertandingan berlangsung ketat dan Paraguay sempat membuat Les Bleus kesulitan menemukan ruang.

Mbappe kembali memegang peran utama

Paraguay tampil disiplin pada babak pertama dan membuat serangan Prancis banyak mentok di luar kotak penalti. Penguasaan bola memang ada di tangan tim Eropa itu, tetapi peluang berbahaya masih terbatas dan kiper Orlando Gill belum banyak diuji.

Situasi berubah setelah jeda. Ousmane Dembele sempat mengancam, Manu Kone memaksa Gill melakukan penyelamatan penting, lalu pelanggaran terhadap Desire Doue di kotak terlarang menghasilkan penalti yang dituntaskan Mbappe dengan tenang.

Gol tersebut menjadi gol ketujuh Mbappe di Piala Dunia 2026. Catatan itu juga mempertegas perannya sebagai tumpuan utama Prancis di lini depan pada saat momen-momen krusial mulai menentukan arah turnamen.

Di sisi individu, Mbappe ikut menambah bobot pencapaiannya dalam persaingan Sepatu Emas adidas 2026. Ia disebut menyamai rekor gol Lionel Messi, unggul dalam jumlah assist, dan hanya terpaut satu assist dari rekor sepanjang masa Messi di Piala Dunia.

Maroko tampil rapi dan efisien

Jika Prancis menang lewat satu gol penentu, Maroko menyelesaikan tugas dengan skor 3-0 atas Kanada di Houston. Hasil itu lahir dari permainan yang disiplin, rapi, dan efisien, terutama setelah babak pertama sempat berjalan ketat.

Brahim Diaz kembali menjadi pusat perhatian dalam kemenangan tersebut. Pemain bernomor punggung 10 itu mencatat dua assist, masing-masing untuk gol Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi, sekaligus menegaskan pengaruhnya dalam alur serangan Maroko.

Diaz juga memberi penekanan pada mentalitas tim saat menghadapi tekanan. Ia mengatakan, “Babak pertama tidak mudah; itu sulit,” sebelum menambahkan bahwa cara tim membalikkan keadaan menunjukkan karakter yang kuat.

Dua tim dengan cerita yang sama kuatnya

Perjalanan kedua tim menuju delapan besar memperlihatkan konsistensi yang berbeda, tetapi sama-sama meyakinkan. Prancis datang dengan lima kemenangan dari lima pertandingan, sementara Maroko menjaga rekor tak terkalahkan dan kembali membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim kejutan.

Catatan Maroko di turnamen ini juga menegaskan kemampuan mereka dalam menyerang sekaligus bertahan. Mereka sebelumnya mampu bersaing dengan Brasil di fase grup dan menundukkan Belanda di babak 32 besar sebelum melaju ke perempat final.

Hasil tersebut membawa Maroko kembali mencapai perempat final, seperti yang mereka raih di Qatar 2022. Mereka juga mencatatkan diri sebagai tim Afrika pertama yang mencapai perempat final di dua edisi Piala Dunia yang berbeda.

Ulangan semifinal 2022 dengan nuansa baru

Prancis dan Maroko bukan lawan asing di panggung besar. Keduanya pernah bertemu di semifinal Piala Dunia 2022, saat Prancis menang 2-0, dan pertemuan terbaru ini kembali menghadirkan konteks sejarah yang kuat.

Empat tahun kemudian, keduanya hadir dengan kekuatan yang berkembang. Maroko kini memiliki Brahim Diaz sebagai pengatur serangan yang berpengaruh, sedangkan Prancis tetap mengandalkan Mbappe yang terus menjaga produktivitas di saat paling penting.

Laga di Boston pada 9 Juli diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menonjol di fase berikutnya. Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Prancis membawa rekor sempurna dan status favorit yang belum goyah sepanjang turnamen.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru