Maroko Mengubah Peta Perekrutan Talenta Diaspora, Belanda Kehilangan Banyak Nama Besar

Author: Redaksi Android62

Maroko menjadi salah satu contoh paling kuat tentang bagaimana sebuah federasi bisa mengubah arah perekrutan pemain berdarah ganda di level internasional. Pada Piala Dunia 2026, skuad mereka menegaskan bahwa strategi jangka panjang dapat membentuk identitas tim nasional dengan sangat cepat.

Dari 26 pemain yang dibawa Mohamed Ouahbi, 19 lahir di luar negeri. Situasi itu bahkan mencapai titik bersejarah saat melawan Brazil di fase grup, ketika Azzedine Ounahi yang lahir di Maroko ditarik keluar pada babak kedua dan tim tersebut menurunkan starting XI yang seluruhnya lahir di luar negeri.

Investasi yang dimulai jauh sebelum keputusan senior

Perubahan itu tidak terjadi secara kebetulan. Lebih dari satu dekade lalu, Royal Moroccan Football Federation mulai menanamkan investasi besar untuk mencari talenta berdarah ganda di Eropa, terutama di Prancis, Belgia, Spanyol, dan Belanda.

Langkah itu tidak berhenti pada pemantauan bakat muda. Para pencari bakat juga membangun hubungan dengan para pemain dan keluarga mereka jauh sebelum keputusan membela tim senior menjadi pembahasan.

Mantan direktur teknik Maroko, Pim Verbeek, pernah menjelaskan bahwa perekrutan bukan hanya soal pemain. Menurutnya, keluarga sering memegang peran yang sama pentingnya dengan sepak bola dalam menentukan keputusan seorang pemain.

Belanda menjadi arena persaingan paling terasa

Belanda lama menjadi salah satu medan utama perebutan talenta antara dua negara. Pada masa sebelumnya, pemain seperti Khalid Boulahrouz dan Ibrahim Afellay tetap memilih Belanda karena tertarik pada kesempatan membela salah satu kekuatan tradisional sepak bola internasional.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Maroko semakin konsisten membangun kedekatan dengan pemain berdarah ganda sebelum panggilan tim senior datang. Pendekatan yang berjalan perlahan itu membuat banyak keputusan penting bergeser, bukan hanya di level pemain, tetapi juga di level hubungan antara federasi dan keluarga mereka.

Hasilnya terlihat jelas dalam komposisi skuad Maroko di ajang terbesar. Pada Piala Dunia 2018, ada lima pemain mereka yang lahir di Belanda, lalu empat tahun kemudian jumlah pemain kelahiran luar negeri di skuad 26 orang itu naik menjadi 14 ketika Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Gambaran perubahan di skuad Maroko

Ajang Gambaran Skuad Catatan Penting
Piala Dunia 2018 5 pemain lahir di Belanda Menunjukkan awal kuatnya pengaruh diaspora
Empat tahun kemudian 14 pemain lahir di luar negeri Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia
Piala Dunia 2026 19 dari 26 pemain lahir di luar negeri Termasuk starting XI yang seluruhnya lahir di luar negeri saat melawan Brazil

Secara lebih luas, turnamen ini juga memperlihatkan bagaimana sepak bola internasional modern semakin mencerminkan pola migrasi. Hampir satu dari empat pemain di Piala Dunia 2026 lahir di luar negara yang mereka wakili, dan delapan dari 48 tim peserta memiliki jumlah pemain kelahiran luar negeri yang sama banyaknya dengan pemain kelahiran dalam negeri.

Di tengah perubahan itu, kisah Maroko menonjol karena bukan sekadar soal komposisi pemain. Tim ini memperlihatkan bagaimana pendekatan yang terencana terhadap talenta diaspora bisa mengubah wajah sebuah tim nasional dalam jangka panjang, sekaligus menggeser peta persaingan dengan Belanda di jalur perekrutan pemain berdarah ganda.

Source: www.bbc.com
Berita Terbaru