Masa Tenggang Dari SLARAS, Potret Lelah Menunggu Kepastian Dalam Hubungan

Author: Redaksi Android62

SLARAS merilis single kedua berjudul Masa Tenggang pada 4 Maret 2026 dan lagu ini langsung menyorot sisi hubungan yang sering dialami banyak pasangan muda. Lewat tema tentang kepastian yang terus tertunda, band pop alternatif pendatang baru itu membawa cerita tentang lelah menunggu, rindu yang menggantung, dan keputusan untuk berhenti bertahan sendiri.

Lagu ini hadir setelah debut mereka, Sesal, sehingga kehadirannya ikut menegaskan langkah SLARAS di industri musik tanah air. Di titik ini, Masa Tenggang tidak hanya menjadi rilisan lanjutan, tetapi juga penanda bahwa SLARAS mulai membangun identitas musikal yang konsisten lewat kisah-kisah yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Kisah hubungan yang menggantung

Masa Tenggang menempatkan pendengar pada sudut pandang seseorang yang terus berada dalam situasi serba belum pasti. Hubungan masih berjalan, tetapi arah dan kepastiannya makin sulit ditemukan.

Rasa jenuh dalam lagu ini digambarkan melalui kondisi ketika janji terus tertunda dan harapan tidak kunjung mendapat jawaban. Situasi seperti itu membuat lagu ini terasa relevan bagi pendengar yang pernah berada dalam fase menggantung dan harus menahan sabar lebih lama dari yang diinginkan.

Liriknya disusun secara lugas agar emosi yang dibawa bisa langsung terasa. Salah satu penggalannya berbunyi, “Ku ikuti maumu, namun tak sanggup aku menunggu. Kuberi waktu dan aku pun berlalu…”, yang menegaskan titik lelah dalam sebuah komitmen.

Potongan tersebut menunjukkan momen ketika seseorang mulai menyadari batas kesabarannya. Ada penyerahan, ada kelelahan, dan ada pilihan untuk pergi saat kepastian tak kunjung hadir.

Aransemen dibuat intim dan hangat

Dari sisi musik, SLARAS memilih pendekatan yang bersih supaya emosi lagu tetap menjadi pusat perhatian. Nuansa intim itu membantu lagu terdengar lebih dekat tanpa terasa berlebihan.

Vokal Gani Prabowo menjadi elemen yang paling menonjol dalam komposisi ini. Karakter suaranya terdengar jujur dan ekspresif, sehingga rasa galau di dalam lagu bisa tersampaikan dengan kuat.

Petikan gitar atmosferik dari Yudha Prabu memberi warna lembut pada lagu ini. Sementara itu, sentuhan keyboard subtil dari Fauzan Fahmi dan ketukan drum Ricky Aziz menjaga alur lagu tetap bergerak dengan nuansa melankolis yang hangat.

Pilihan aransemen seperti ini membuat Masa Tenggang tidak hanya bertumpu pada lirik. Lagu ini juga dibangun lewat detail bunyi yang rapi agar emosi yang disampaikan terasa utuh dari awal sampai akhir.

Proses produksi disusun dengan serius

Masa Tenggang ditulis oleh Gani Prabowo dan digarap di Monokrom Studio. Pada tahap akhir, Ahmad Silahudin ikut menangani mixing dan mastering agar hasil rekaman terdengar modern, tetapi tetap membawa kedalaman emosi.

Keterlibatan sejumlah nama dalam proses ini memperlihatkan perhatian SLARAS pada detail produksi. Band ini tampak tidak hanya fokus pada cerita yang ingin disampaikan, tetapi juga pada cara cerita itu dikemas secara musikal.

Pendekatan tersebut membuat lagu ini berdiri sebagai lagu bernuansa sedih yang tetap matang dalam penyajian. Di saat yang sama, Masa Tenggang juga memperlihatkan kekuatan SLARAS dalam meramu tema yang akrab dengan kehidupan banyak orang muda.

Identitas SLARAS makin menguat

Melalui single kedua ini, SLARAS memperlihatkan kecenderungan untuk mengangkat persoalan emosional yang dekat dengan pendengar muda. Tema hubungan yang serba menggantung menjadi jalur yang mudah dipahami, tetapi tetap memiliki bobot perasaan yang kuat.

Karakter itu penting karena SLARAS tampak membangun pijakan yang konsisten sejak debut mereka. Mereka tidak mengejar emosi sesaat, melainkan memilih kisah yang terasa relevan dan mudah dikenali dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan Masa Tenggang yang sudah tersedia di berbagai platform musik digital, lagu ini membuka ruang bagi pendengar untuk melihat ulang dilema yang sering muncul dalam hubungan. Di dalamnya, ada cermin bagi mereka yang masih bertahan dan juga bagi yang akhirnya memilih pergi saat kepastian tak kunjung datang.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru