Maserati Siapkan Langkah Tak Terduga, Nettuno Bisa Tetap Hidup Lewat Hybrid

Author: Redaksi Android62

Maserati mengambil arah yang tidak sepenuhnya mengikuti arus industri otomotif saat ini. Di tengah dorongan elektrifikasi penuh, pabrikan berlogo trisula itu justru menyiapkan masa depan mesin 3.0L V6 Nettuno lewat teknologi hibrida.

Keputusan itu penting karena Nettuno masih menjadi nadi utama lini performa Maserati. Mesin ini pertama kali diperkenalkan ketika MC20 debut pada 2020, dan kini tetap digunakan pada penyegaran Grecale, GranCabrio, serta GranTurismo.

Hybrid, bukan PHEV

Cristiano Fiorio, Chief Marketing Officer Maserati, menegaskan bahwa perusahaan melihat masa depan hybrid untuk Nettuno. Ia menyebut langkah ini sebagai cara menjaga performa tetap relevan sekaligus memberi nilai tambah bagi pelanggan di masa depan, seperti dikutip dari Motor1.

Namun, jalur elektrifikasi yang disiapkan Maserati tidak mengarah ke plug-in hybrid. Perusahaan memilih hybrid konvensional, termasuk opsi tegangan rendah 48V dan teknologi tegangan tinggi yang sudah masuk dalam portofolionya.

Pilihan tersebut membedakan Maserati dari sejumlah merek mewah lain yang lebih agresif mengejar PHEV. Di sisi lain, pendekatan ini juga menjaga posisi lini Folgore sebagai jajaran listrik murni Maserati.

Menjaga karakter khas Nettuno

Belum ada model bermesin Nettuno hybrid yang diumumkan sejauh ini. Meski begitu, arah pengembangan itu memberi sinyal kuat bahwa mesin V6 khas Maserati masih akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan banyak pihak.

Situasi ini juga menegaskan upaya Maserati mempertahankan identitas teknisnya. Jika kelak hadir dalam format hibrida, Nettuno akan membawa pembeda yang lebih eksklusif karena tidak mengikuti basis mesin yang dipakai pada banyak model lain.

Gambaran itu makin jelas bila dibandingkan dengan Grecale mild-hybrid yang sudah lebih dulu dipasarkan. Model tersebut memakai mesin 2.0 4-silinder turbo TBI-M, bukan Nettuno, dan basis mesinnya juga dipakai pada beberapa model Stellantis seperti Alfa Romeo Giulia, Jeep Compass, dan Jeep Wrangler.

Titik balik di tengah tekanan pasar

Arah ke hybrid juga muncul di saat pasar mobil listrik belum bergerak sekuat harapan banyak pabrikan. Stellantis disebut membatalkan investasi untuk pengembangan versi EV dari MC20, Quattroporte, dan Levante karena lemahnya permintaan mobil berbaterai.

Bagi Maserati, konteks bisnis itu tidak bisa diabaikan. Merek ini hanya menjual sekitar 7.900 unit pada fiskal 2025, turun dari 11.300 unit pada 2024 dan jauh di bawah 26.600 unit pada 2023.

Dengan penjualan yang menyusut tajam, hybrid pada Nettuno bisa menjadi titik balik yang menentukan. Maserati tampak berusaha menjaga tradisi mesin V6 khasnya sambil membuka ruang elektrifikasi yang lebih realistis untuk pasar premium.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Berita Terbaru