95 Airbus Diborong Maskapai China, Armada Baru Siap Mengubah Peta Kapasitas

Author: Redaksi Android62

Maskapai besar China menyiapkan tambahan 95 pesawat Airbus dengan nilai katalog gabungan sekitar US$17,8 miliar atau Rp318,62 triliun. Pesanan ini menandai langkah ekspansi armada yang besar melalui kombinasi pesawat lorong tunggal dan berbadan lebar.

Air China, Shenzhen Airlines, dan Hainan Airlines akan menerima pesawat baru secara bertahap pada 2028 hingga 2032. Armada tersebut tidak semata-mata digunakan untuk menambah kursi, melainkan juga mengganti pesawat lama yang kurang efisien.

Pesanan Terbagi dalam Dua Kontrak

Air China bersama Shenzhen Airlines menyepakati pembelian 55 pesawat Airbus dengan nilai katalog sekitar US$12,44 miliar atau Rp222,68 triliun. Sementara itu, Hainan Airlines memesan 40 unit Airbus A320neo senilai katalog US$5,36 miliar atau sekitar Rp95,94 triliun.

Nilai transaksi aktual untuk kontrak Air China dan Shenzhen Airlines diperkirakan lebih rendah dari nilai katalog setelah diskon komersial. Seluruh kesepakatan yang diumumkan pada 17 Juli 2026 itu masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham.

Maskapai Model Pesawat Jumlah Pengiriman
Air China Airbus A350-900 15 unit 2030–2032
Shenzhen Airlines Airbus A320neo 40 unit 2029–2032
Hainan Airlines Airbus A320neo 40 unit 2028–2032

Kapasitas Naik, Struktur Biaya Diperbarui

Air China Group menyatakan tambahan armada akan menopang pembaruan pesawat dan perluasan jaringan penerbangan. Strategi itu juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menekan biaya operasional.

Penambahan A350 diproyeksikan meningkatkan kapasitas Air China sekitar 7,1%. Armada baru Shenzhen Airlines diperkirakan menaikkan kapasitas maskapai tersebut sekitar 4,3%.

Penggantian pesawat lama menjadi bagian penting dari rencana ini karena pembaruan armada dapat memengaruhi biaya operasi jangka panjang. Dengan demikian, ekspansi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kapasitas angkut.

Peran Berbeda A320neo dan A350-900

Keluarga Airbus A320neo disiapkan untuk rute domestik dan regional dengan frekuensi tinggi. Model ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik serta emisi karbon yang lebih rendah.

Adapun Airbus A350-900 dirancang untuk melayani penerbangan jarak jauh. Pesawat berbadan lebar tersebut diposisikan untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus kenyamanan penumpang.

Kombinasi kedua jenis pesawat memberi maskapai ruang untuk menyesuaikan armada dengan kebutuhan jaringan yang berbeda. Air China dan Shenzhen Airlines dapat memperkuat layanan jarak jauh, domestik, maupun regional melalui pembagian peran tersebut.

Pendanaan dan Arti Strategis bagi Airbus

Beritasatu.com melaporkan pembelian Hainan Airlines akan didanai melalui kas internal, pinjaman bank, sewa pembiayaan, dan sumber pembiayaan lain. Pesanan itu menjadi bagian dari modernisasi serta ekspansi bisnis jangka panjang maskapai tersebut.

Investasi besar ini mencerminkan keyakinan maskapai China terhadap pemulihan industri penerbangan pascapandemi. Armada baru juga diharapkan membuka rute, meningkatkan kapasitas angkut, dan mendukung target pengurangan emisi karbon.

Apabila seluruh persetujuan diperoleh, Airbus akan memperkuat posisinya di pasar penerbangan China. Pasar ini termasuk salah satu pasar pesawat komersial terbesar dan paling strategis di dunia.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru