Kylian Mbappe berpeluang menambah catatan 20 golnya di putaran final Piala Dunia saat Prancis menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami. Penyerang berusia 27 tahun itu juga memimpin daftar pencetak gol turnamen dengan delapan gol.
Laga tersebut berlangsung ketika Prancis tidak lagi memiliki peluang merebut trofi, tetapi tetap menyimpan arti besar bagi sejumlah tokoh utama. Bagi Mbappe, pertandingan ini dapat menjadi kesempatan menjaga laju perburuan rekor gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kesempatan di Tengah Keletihan Turnamen
Jadwal padat Piala Dunia 2026 disebut mulai menguras kondisi fisik dan mental para pemain. Namun, dorongan mengejar pencapaian individu dapat menjadi alasan kuat bagi Mbappe untuk tetap tampil maksimal bila mendapat kesempatan bermain.
Prancis dapat menjalani pertandingan dengan pendekatan yang lebih lepas karena tidak lagi memperebutkan gelar juara. Situasi itu berpotensi memberi ruang lebih besar bagi lini serang Les Bleus untuk menciptakan peluang.
Mbappe menjadi tumpuan utama serangan Prancis sepanjang turnamen ini. Tambahan gol di Miami akan semakin memperkuat posisinya dalam persaingan pencetak gol Piala Dunia 2026.
Duel Dua Tim yang Baru Tersingkir
Prancis dan Inggris sama-sama tiba di perebutan tempat ketiga setelah gagal melewati semifinal. Les Bleus kalah 0-2 dari Spanyol, sedangkan Inggris menyerah 1-2 kepada Argentina.
| Tim | Hasil Semifinal | Fokus di Miami |
|---|---|---|
| Prancis | Kalah 0-2 dari Spanyol | Menutup era Didier Deschamps |
| Inggris | Kalah 1-2 dari Argentina | Membangun kembali motivasi |
Kekalahan dari Spanyol menghentikan ambisi Prancis untuk tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun. Meski demikian, pertandingan terakhir tetap memiliki bobot emosional besar karena menjadi penutup masa kepemimpinan Didier Deschamps.
Deschamps dipastikan mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 57 tahun itu meninggalkan warisan penting, termasuk gelar Piala Dunia 2018 dan tiga penampilan semifinal secara beruntun.
Perpisahan untuk Deschamps
Para pemain Prancis memiliki kesempatan terakhir memberi hasil positif bagi Deschamps dalam laga melawan Inggris. Perebutan tempat ketiga memang tidak membawa tekanan seperti final, tetapi nilai simbolisnya sangat besar bagi skuad Les Bleus.
Perubahan komposisi pemain juga dapat memengaruhi arah pertandingan di Miami. Deschamps diperkirakan mempertimbangkan rotasi untuk memberi menit bermain kepada anggota skuad yang belum banyak tampil.
Rotasi tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi terakhir kepada pemain-pemain yang selama turnamen lebih sering berada di bangku cadangan. Pada saat yang sama, keputusan itu bisa menentukan dukungan yang diterima Mbappe di lini depan.
Inggris Menghadapi Tantangan Motivasi
Thomas Tuchel juga diperkirakan menimbang rotasi setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan ketika kalah dari Argentina di semifinal. Pemain pelapis Inggris berpeluang memanfaatkan pertandingan ini untuk menunjukkan kemampuan di panggung internasional.
Tuchel mengakui sulitnya membangkitkan semangat tim setelah kegagalan menuju final. “Tidak ada satu pun dari para pemain ini, tidak ada satu pun pemain Prancis yang ingin memainkan pertandingan ini. Mereka ingin bermain di final. Kami memberikan segalanya untuk berada di final,” ujar Tuchel.
Respons Inggris akan menjadi salah satu perhatian utama, khususnya saat mereka menghadapi serangan Prancis yang dipimpin Mbappe. Bagi Les Bleus, kemenangan di Miami bukan hanya soal peringkat akhir, melainkan juga perpisahan yang layak untuk Deschamps dan panggung penting bagi perburuan gol Mbappe.
Source: www.suara.com






