Lot R702 di Mecum Indy 2026 langsung mencuri perhatian karena membawa Ferrari LaFerrari 2014 dengan odometer hanya 56 mil. Status no reserve membuat mobil ini tidak sekadar tampil sebagai barang koleksi, tetapi juga sebagai unit yang pasti berpindah tangan saat palu lelang diketuk.
Angka jarak tempuh itu sangat ekstrem untuk sebuah hypercar yang sudah lama diburu kolektor. Dalam kondisi seperti ini, LaFerrari tersebut lebih terlihat sebagai aset preservasi daripada mobil yang pernah benar-benar dipakai di jalan.
Daya tarik yang sulit ditandingi
Alasan lain yang membuatnya menonjol datang dari kelangkaan produksinya. Unit ini disebut sebagai salah satu dari hanya 120 LaFerrari yang semula dialokasikan untuk pasar Amerika Serikat.
Di dunia mobil kolektor, kombinasi produksi terbatas dan odometer rendah biasanya menjadi penentu besar. Semakin dekat kondisi mobil dengan keadaan saat keluar dari pabrik, semakin kuat pula daya tariknya di mata pembeli.
LaFerrari sendiri sudah memiliki reputasi istimewa sejak awal. Model ini merupakan flagship hybrid produksi pertama Ferrari dan juga penerus Enzo, sehingga posisinya penting bukan hanya secara teknis, tetapi juga historis.
Mesin V-12 dan sistem hybrid
Di balik bodinya, Ferrari tetap mengandalkan mesin V-12 naturally aspirated 6,3 liter sebagai sumber tenaga utama. Mesin itu dipadukan dengan sistem listrik HY-KERS yang menghasilkan tenaga pabrikan 949 hp.
Ferrari juga mengklaim kecepatan puncaknya berada di atas 217 mph. Teknologi hybrid pada LaFerrari tidak dirancang untuk mengurangi karakter berkendara, melainkan untuk menambah torsi, mempercepat respons, dan mendorong performa ke level yang lebih tinggi dibanding mobil jalan raya Ferrari sebelumnya.
Kombinasi inilah yang membuat LaFerrari dipandang sebagai salah satu hypercar modern paling penting dari Maranello. Nilai historisnya datang dari fakta bahwa mobil ini bukan sekadar cepat, tetapi juga menandai langkah besar Ferrari dalam era elektrifikasi performa.
Posisi yang kuat di pasar lelang
Minat terhadap LaFerrari dengan jarak tempuh sangat rendah bukan hal baru. Hasil lelang sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi, presentasi, dan angka odometer bisa mendorong nilai jual ke level yang sangat tinggi.
Gooding pernah menjual LaFerrari 2014 dengan jarak tempuh di bawah 1.050 mil seharga $3.08 million pada 2018. Mecum sendiri menjual LaFerrari 2014 berjarak 131 mil seharga $3.41 million di Monterey pada 2021.
RM Sotheby’s kemudian melepas LaFerrari 2015 dengan jarak tempuh 54 mil seharga $5.23 million di Monterey pada 2025. Riwayat itu memperlihatkan bahwa pasar memberi penghargaan besar kepada mobil yang nyaris tidak tersentuh, terutama jika modelnya termasuk supercar modern yang sangat langka.
Sorotan besar di hari penjualan
Mecum menempatkan LaFerrari ini pada salah satu hari paling terlihat dalam jadwal penjualan. Langkah itu memperbesar peluang mobil tersebut menjadi pusat perhatian, bukan hanya bagi kolektor, tetapi juga bagi penonton yang mengikuti jalannya lelang.
Dalam pasar exotic modern yang semakin selektif, daya tarik mobil ini datang dari gabungan banyak faktor. Ada sejarah model, ada status no reserve, ada produksi yang terbatas, dan ada odometer yang hampir tidak bergerak sama sekali.
Semua elemen itu membuat LaFerrari 56 mil ini memiliki aura yang sulit disaingi supercar lain. Di Mecum Indy 2026, Lot R702 punya modal lengkap untuk menjadi salah satu lot paling dibicarakan.







