MediaTek Siapkan Dimensity 9600 2nm, Multi-Core-nya Disebut Bisa Menyalip Apple

MediaTek disebut sedang menyiapkan Dimensity 9600 sebagai chipset 2nm generasi pertama miliknya, dan bocoran terbaru membuat posisi chip ini langsung ramai dibicarakan. Sorotan terbesarnya ada pada klaim bahwa performanya di multi-core berpotensi melampaui chip Apple, sesuatu yang tentu menarik perhatian di kelas flagship.

Arah pengembangannya terlihat tidak cuma mengejar efisiensi proses 2nm, tetapi juga kenaikan tenaga di CPU dan grafis. Di segmen ponsel premium, dua sisi itu memang sangat menentukan karena persaingan kini tidak berhenti di skor benchmark, melainkan juga pada performa saat gaming dan saat menangani beban berat.

CPU all-big-core jadi kunci

Menurut pembocor Digital Chat Station, Dimensity 9600 akan mengusung susunan CPU all-big-core 2+3+3. Konfigurasi ini disebut diarahkan untuk mendekati performa single-core chip Apple, sambil mendorong hasil multi-core ke level yang lebih tinggi dari pesaing tersebut.

Meski klaimnya terdengar berani, chip Apple yang dimaksud belum dijelaskan secara pasti. Digital Chat Station tidak menyebut apakah perbandingan itu mengarah ke Apple A20 Pro yang belum hadir atau A19 Pro yang sudah tersedia.

Selain susunan inti CPU, ada juga kabar soal peningkatan besar pada kemampuan CME/SME. Bocoran tersebut menyebut lonjakannya bisa mencapai dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, sementara perubahan pada cache dikabarkan tetap terbatas.

Sisi grafis ikut mendapat dorongan

Pembaruan Dimensity 9600 tidak hanya berhenti di CPU. Di sektor grafis, chipset ini disebut membawa GPU “Magin” generasi baru dengan ukuran yang lebih besar dibanding chipset 2nm rival.

GPU itu juga dikabarkan mendukung frame interpolation dan super-resolution pada level native. Di samping itu, ada peningkatan pada ray tracing dan efisiensi rendering secara keseluruhan.

Detail ini penting karena pasar chipset premium sekarang semakin ditentukan oleh pengalaman visual dan gaming. Stabilitas frame rate, kualitas gambar, dan efisiensi daya saat menjalankan beban tinggi sering kali lebih terasa bagi pengguna daripada angka benchmark mentah.

Jika peningkatan GPU dan fitur visual bawaan itu benar hadir, Dimensity 9600 bisa menjadi jawaban langsung atas tekanan dari Qualcomm dan Apple. Dua nama itu selama ini lebih sering mendominasi percakapan soal performa puncak di perangkat flagship.

Jadwal perangkat mulai mengarah ke September

Bocoran yang sama menyebut perangkat dengan chipset seri Dimensity 9600 ditargetkan meluncur pada September. Arah spekulasi mengarah ke Vivo X500 Pro series, yang juga disebut-sebut akan diperkenalkan pada bulan yang sama.

Oppo pun dikabarkan menyiapkan Find X10 Pro dan Find X10 Pro Max dengan chipset seri Dimensity 9600. Namun, jadwal lini Oppo itu belum pasti karena belum jelas apakah akan ikut hadir pada September atau tetap mengikuti pola generasi sebelumnya dengan peluncuran Oktober.

Informasi soal waktu rilis ini menjadi penting karena jendela peluncuran pada September berpotensi sangat padat. Beberapa chipset kelas atas diperkirakan hadir hampir bersamaan, sehingga persaingan di pasar flagship Android bisa berlangsung lebih ketat.

Benturan dengan Qualcomm diperkirakan terjadi pada periode yang sama

Pada periode yang sama, Qualcomm juga diperkirakan akan memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Seri Xiaomi 18 yang disebut akan memakai chipset itu juga diperkirakan meluncur di sekitar waktu yang sama.

Artinya, jika bocoran ini tepat, pasar akan menyaksikan bentrokan langsung antara solusi 2nm dari MediaTek dan lini terbaru Qualcomm dalam waktu berdekatan. Situasi itu berpotensi membuat paruh akhir musim peluncuran flagship menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi MediaTek, posisi ini terasa menarik karena perusahaan tidak lagi sekadar mengejar. Dengan klaim performa single-core yang mendekati Apple dan multi-core yang berpotensi lebih tinggi, Dimensity 9600 diposisikan sebagai penantang serius di kelas tertinggi.

Namun, semua informasi tersebut masih berupa bocoran. Sampai ada pengumuman resmi dan pengujian independen, performa sebenarnya tetap harus dilihat dari implementasi final di perangkat komersial.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait