Megawati Diincar Hyundai Hillstate, Akuatik Indonesia Ingin Renang Jadi Pelajaran Sekolah

Dua kabar besar datang hampir bersamaan dari dunia olahraga Indonesia. Di satu sisi, Megawati Hangestri Pertiwi resmi kembali ke Liga Voli Korea bersama Hyundai Hillstate untuk musim V League 2026/2027, sementara di sisi lain Federasi Akuatik Indonesia kembali mendorong renang masuk sekolah sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.

Kepindahan Megawati langsung menjadi sorotan karena namanya sudah kuat di Korea Selatan sejak membela Red Sparks. Saat Hyundai Hillstate mengumumkan perekrutan itu lewat media sosial resmi klub, perhatian publik olahraga pun kembali tertuju pada opposite hitter andalan Indonesia tersebut.

Status Megawati sebagai salah satu pevoli terbaik Indonesia membuat langkah ini terasa penting, bukan hanya bagi klub barunya, tetapi juga bagi publik olahraga di kawasan ini. Kehadirannya di Hyundai Hillstate menumbuhkan harapan baru terhadap kontribusi yang bisa ia berikan di lini serang tim pada musim mendatang.

Sorotan media Korea Selatan juga ikut menguat setelah pengumuman itu muncul. Reputasi Megawati sebagai pemain yang punya daya saing tinggi di kompetisi Korea membuat namanya kembali ramai dibicarakan dan menegaskan bahwa pemain Indonesia masih memiliki tempat di liga yang ketat.

Di saat yang sama, federasi akuatik memilih fokus ke pondasi pembinaan. Ketua Harian Federasi Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menegaskan pentingnya pembinaan renang usia dini sebagai bagian dari roadmap olahraga akuatik Indonesia menuju Olimpiade 2032 dan visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan itu disampaikan Harlin saat peluncuran Indonesia Short Course Emerging Series atau ISCES di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, pada Senin 11 Mei 2026. Dari sana, gagasan memasukkan renang ke sekolah kembali mendapat tempat karena sekolah dinilai bisa menjadi ruang awal yang strategis untuk mengenalkan keterampilan dasar berenang kepada anak-anak.

Akuatik Indonesia melihat usia dini sebagai fase penting untuk membangun dasar kemampuan, kebiasaan latihan, dan minat terhadap olahraga air. Pembinaan atlet, menurut federasi, tidak bisa hanya bergantung pada level kompetisi jika target jangka panjang ingin dicapai secara berkelanjutan.

Dua arah ini memperlihatkan wajah olahraga nasional yang bergerak di jalur berbeda, tetapi saling melengkapi. Megawati membawa nama Indonesia kembali bergema di luar negeri, sedangkan dorongan agar renang masuk sekolah menempatkan perhatian pada lahirnya bibit baru dari akar rumput.

Fokus pada prestasi elite dan pembinaan sejak dini sama-sama dibutuhkan dalam peta olahraga Indonesia saat ini. Satu jalur menampilkan atlet yang sudah siap bersaing di panggung internasional, sementara jalur lain menyiapkan sistem agar prestasi serupa bisa terus tumbuh di masa depan.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait