Palmira Ruiz dari Meksiko akhirnya mencatat sejarah di panggung Miss Eco International 2026. Ia keluar sebagai juara utama dalam grand final yang digelar di Alexandria, Mesir, setelah melewati sesi penilaian terakhir bersama empat finalis lain.
Indonesia juga pulang dengan hasil yang sangat baik lewat Nickyta Aurellia. Perjalanannya berakhir di posisi 3rd Runner-Up atau empat besar, sebuah capaian yang menegaskan konsistensi Indonesia sepanjang kompetisi.
Perebutan mahkota tahun ini berlangsung ketat karena para finalis harus melewati rangkaian penilaian sejak masa karantina yang berjalan lebih dari satu pekan. Dari tahap awal, Nickyta sudah menjaga posisinya dengan stabil dan terus melangkah ke fase yang lebih tinggi.
Langkah Indonesia menuju empat besar tidak terjadi secara tiba-tiba. Nickyta lolos ke Top 21 bersama finalis dari China, Finlandia, Prancis, India, Jamaika, Belanda, Peru, Filipina, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Chile, Kolombia, Malaysia, Nepal, Nigeria, Brasil, Australia, Ukraina, dan Meksiko.
Setelah itu, para peserta kembali tampil dengan gaun malam. Dari tahap berikutnya, Indonesia tetap bertahan dalam persaingan teratas bersama Chile, Kolombia, Malaysia, Nepal, Nigeria, Brasil, Australia, Ukraina, dan Meksiko.
Tekanan terbesar hadir saat Top 10 karena setiap finalis mendapat topik berbeda untuk dijawab dalam waktu satu menit. Sesi itu menjadi salah satu penentu utama sebelum dewan juri memilih lima besar yang terdiri dari Brasil, Indonesia, Australia, Ukraina, dan Meksiko.
Indonesia masih mampu bertahan di fase lima besar. Nickyta kemudian kembali bersaing dalam sesi tanya jawab terakhir yang dilakukan secara acak oleh pembawa acara, dengan waktu jawaban yang juga dibatasi satu menit.
Dari hasil akhir itu, Ukraina lewat Mishel Shotropa menempati posisi 1st Runner-Up. Australia melalui Adriana Gravador berada di posisi 2nd Runner-Up, sementara Indonesia lewat Nickyta Aurellia mengamankan posisi 3rd Runner-Up.
Brasil melalui Joana Camargo melengkapi daftar lima besar sebagai 4th Runner-Up. Susunan akhir tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di grand final yang mempertemukan banyak negara kuat dalam satu panggung.
Bagi Meksiko, kemenangan Palmira Ruiz menjadi momen penting karena negara tersebut meraih gelar juara Miss Eco International untuk pertama kalinya. Hasil itu sekaligus menambah bobot sejarah dari malam final yang juga memberi tempat bagi Indonesia di jajaran terbaik ajang tersebut.
Selain penentuan gelar utama, Miss Eco International Organization juga membagikan penghargaan spesial. Kolombia lewat Ana Hernández meraih Best National Costume, Malaysia melalui Nivethaa Kumar membawa pulang Best Eco Video, Chile lewat Hangarahi Vásquez dinobatkan sebagai Best Eco Dress, dan Filipina melalui Gabriela Carballo meraih Best Eco Top Model.
Dengan hasil empat besar itu, Indonesia menutup perjalanan Nickyta Aurellia di Miss Eco International 2026 dengan catatan yang kuat. Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia kembali di barisan teratas kompetisi yang berlangsung sangat kompetitif sejak hari pertama karantina.
Source: www.idntimes.com






