Menuju 50 Tahun JGTC di TIM, Talkshow Reflektif Disambung Konser Big Band

Author: Redaksi Android62

Jazz Goes To Campus atau JGTC akan menggelar format baru bertajuk The City Series di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026, dengan rangkaian yang memadukan talkshow dan konser dalam satu agenda.

Sesi pembuka akan dimulai pukul 18.30 hingga 19.30 WIB lewat talkshow bertema “Pencapaian Menjelang 50 Tahun JGTC serta Harapan ke Depan”. Setelah itu, penonton akan diarahkan ke konser utama yang menampilkan musisi, arranger, serta format pertunjukan big band.

Jazz Dibawa Lebih Dekat ke Ruang Kota

The City Series disiapkan sebagai bagian dari langkah JGTC menuju usia 50 tahun. Lewat format ini, jazz tidak hanya hadir sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai ruang percakapan yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.

Candra Darusman, salah satu pendiri JGTC, menegaskan bahwa kampus tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan acara ini. Namun, JGTC juga memperluas jangkauan ke ruang kota, terutama melalui penyelenggaraan di Taman Ismail Marzuki.

Perubahan pendekatan itu menunjukkan upaya penyelenggara menjaga identitas festival sekaligus membuka akses yang lebih luas. Dengan masuk ke ruang urban, jazz diharapkan terasa lebih akrab dan mudah dipahami oleh audiens yang lebih beragam, terutama generasi muda.

Talkshow Jadi Ruang Refleksi

Sesi talkshow tidak sekadar menjadi pembuka acara, tetapi juga forum untuk melihat kembali perjalanan JGTC. Tema yang diangkat mengarahkan diskusi pada pencapaian menjelang 50 tahun sekaligus harapan yang ingin dibawa ke masa depan.

Sejumlah tokoh lintas generasi dijadwalkan hadir sebagai narasumber, yaitu Rano Karno, Candra Darusman, Chico Hindarto, Sri Harnurga, dan Agus S. Basuni. Kepra Prasetyo akan memandu jalannya percakapan agar forum tetap cair dan dekat dengan audiens muda.

Dalam sesi itu, para narasumber akan membahas dinamika JGTC dari masa ke masa. Pembahasan juga menyinggung sikap skeptis yang pernah muncul terhadap jazz di Indonesia, serta proses asimilasi jazz dengan identitas lokal, termasuk unsur budaya Betawi.

Bukan Hanya Nostalgia

Talkshow tersebut tidak diarahkan hanya untuk mengenang perjalanan panjang JGTC. Pembahasannya juga dikaitkan dengan hubungan jazz dan perkembangan kota, termasuk ekosistem kreatif yang hidup di dalamnya.

Benang merah itu terhubung dengan dua momentum besar yang sedang disiapkan, yakni 50 tahun Jazz Goes To Campus pada 2027 dan 500 tahun Kota Jakarta. Melalui kaitan itu, jazz diposisikan sebagai bagian dari percakapan tentang budaya, kota, dan ruang kreatif masa depan.

Pendekatan ini membuat The City Series berbeda dari format festival yang hanya menonjolkan pertunjukan musik. Penonton diajak mengikuti gagasan yang menyertai musik, sejarah, dan identitas jazz di Indonesia.

Konser Utama Dibangun dengan Aransemen Besar

Setelah talkshow selesai, perhatian akan beralih ke konser utama yang menjadi daya tarik lanjutan. Pertunjukan ini menghadirkan proyek aransemen spesial dari nama-nama besar di dunia musik Indonesia.

Deretan arranger yang akan tampil adalah Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, dan Adra Karim. Pertunjukan juga diperkuat oleh Bandung Jazz Orchestra untuk menghadirkan lapisan suara yang lebih besar dalam nuansa big band.

Dua vokalis, Alonzo dan Rose Maryjane, juga dijadwalkan ikut tampil dalam kolaborasi tersebut. Penyelenggara menyebut suasana pertunjukan di dalam teater akan terasa megah, tetapi tetap menjaga kedekatan dengan penonton yang hadir.

Dengan kombinasi percakapan reflektif dan konser berformat besar, The City Series diposisikan sebagai cara JGTC memperluas jangkauan tanpa meninggalkan karakter festivalnya. Jazz pun dibawa sebagai bagian dari denyut kehidupan kota, bukan semata-mata sebagai hiburan di panggung.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru