Ukuran tanaman justru menjadi penentu utama kapan pakcoy layak dipanen. Petani pakcoy asal Bondowoso, Fadlillah, menekankan bahwa panen tidak cukup hanya mengikuti hitungan umur tanam karena kebutuhan pasar bisa berbeda-beda.
Bagi pembeli yang mencari baby pakcoy, panen biasanya dilakukan saat tanaman berumur sekitar 30 sampai 40 hari setelah semai. Pada ukuran itu, tanaman memang belum besar, tetapi bentuk daunnya sudah terbentuk dengan baik dan tetap sesuai permintaan pasar.
Untuk pakcoy yang dipasarkan dalam ukuran besar, waktu panen umumnya bergeser ke usia 50 sampai 60 hari setelah semai. Di fase ini, batang terlihat lebih besar dan daun lebih lebar sehingga tampil lebih maksimal saat dijual.
Fadlillah menyebut masa panen pakcoy sebenarnya berada di rentang 30 hingga 60 hari setelah semai. Rentang itu tidak bersifat kaku karena sebagian petani memakai patokan 30 sampai 50 hari, sedangkan yang lain memilih 40 sampai 60 hari, tergantung ukuran hasil panen yang dituju.
Perbedaan patokan itu muncul karena pembeli tidak selalu mencari ukuran yang sama. Ada pasar yang menghendaki pakcoy kecil, sementara pasar lain lebih cocok dengan tanaman yang lebih besar dan rimbun.
Selain umur, tanda fisik juga perlu diperhatikan sebelum memetik pakcoy. Daun yang lebar, warna hijau segar, dan batang yang padat menjadi ciri penting bahwa tanaman sudah siap dipanen.
Tanaman yang siap panen juga tampak kokoh dan ukurannya sesuai target pasar. Pada baby pakcoy, ukurannya memang kecil, tetapi bentuk tanaman sudah proporsional sehingga layak dipetik jika memang ada permintaan khusus.
Pada pakcoy dewasa, kondisi batang yang lebih besar dan daun yang lebih rimbun menunjukkan tanaman sudah mencapai ukuran yang umum dicari untuk penjualan penuh. Karena itu, penentuan panen tidak bisa hanya bertumpu pada kalender tanam.
Jika panen dilakukan terlalu cepat, pakcoy belum mencapai ukuran ideal. Sebaliknya, panen yang terlambat dapat menurunkan kualitas daun dan akhirnya menekan nilai jual hasil budidaya.
Karena alasan itu, petani perlu melihat beberapa hal sekaligus sebelum memanen. Pengamatan terhadap ukuran daun, kepadatan batang, dan kebutuhan pasar menjadi dasar yang lebih aman daripada hanya menghitung umur tanaman.
Pakcoy sendiri termasuk sayuran hijau yang cepat tumbuh dan relatif mudah dibudidayakan. Sifat ini membuatnya banyak dipilih oleh petani pemula untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Fadlillah menilai langkah awal yang penting adalah memilih benih yang baik. Benih berkualitas berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman sampai masa panen, sekaligus membuat hasilnya cenderung lebih seragam.
Budidaya pakcoy juga bisa dilakukan di media tanah maupun hidroponik. Keduanya sama-sama dinilai bagus dan praktis untuk skala rumahan.
Jika memakai tanah, wadah sederhana seperti ember, bak plastik, atau pot sudah bisa digunakan. Sementara itu, hidroponik juga makin mudah dijalankan karena tersedia banyak paket siap pakai dengan harga yang terjangkau.
Untuk skala produksi sayuran, Fadlillah mengaku lebih memilih hidroponik daripada tanah. Namun apa pun medianya, ciri siap panen tetap kembali pada bentuk daun, kepadatan batang, dan ukuran yang sesuai dengan pasar yang dituju.







