Jarak 759 Km dan Kabin Hyperscreen, C-Class Listrik Ini Langsung Menekan Rival

Mercedes-Benz C350L BEV tampil sebagai sedan listrik yang tidak sekadar mengandalkan nama besar C-Class. Dengan baterai 94,5 kWh dan klaim jarak tempuh hingga 759 kilometer, model ini langsung menempatkan diri sebagai ancaman serius di segmen premium.

Mobil ini diproduksi oleh Beijing Benz Automotive Co, Ltd dan menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana Mercedes-Benz tetap memberi ruang besar bagi pasar Tiongkok dalam strategi elektrifikasinya. Posisi tersebut juga menegaskan peran perusahaan patungan Mercedes-Benz Group dengan BAIC sebagai basis pengembangan yang penting.

Fokus pada jarak jauh dan pengisian cepat

Di sektor penggerak, C350L BEV memakai dua motor listrik untuk menggerakkan roda depan dan belakang. Motor depan menghasilkan 163 kW, sedangkan motor belakang mencapai 300 kW, sehingga mobil ini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga tenaga yang besar.

Paket baterainya menggunakan teknologi NMC berkapasitas 94,5 kWh. Dengan bekal itu, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak maksimal 759 kilometer, angka yang membuatnya menonjol di antara sedan listrik sekelasnya.

Untuk pengisian daya, sistem 400 volt mendukung pengisian hingga 100 kW. Dalam kondisi tersebut, pengisian ulang disebut bisa dilakukan dalam waktu 25 sampai 30 menit.

Jika memakai pengisian 7 kW, waktu yang dibutuhkan sekitar 15 jam hingga penuh. Kombinasi ini menunjukkan bahwa C350L BEV disiapkan untuk kebutuhan pengisian cepat maupun pengisian semalam di rumah.

Kabin digital menjadi pusat perhatian

Masuk ke bagian interior, perhatian langsung tertuju pada dasbor yang dipenuhi layar lebar. Mercedes-Benz membekali mobil ini dengan MBUX Hyperscreen berukuran total 39,1 inci, yang membentang nyaris dari ujung ke ujung dasbor.

Panel tersebut berfungsi sebagai pusat kontrol kendaraan sekaligus pengelolaan berbagai fitur kenyamanan. Di sedan listrik seperti C350L BEV, pendekatan ini menegaskan bahwa kabin digital kini menjadi nilai jual utama, bukan sekadar pemanis desain.

Dimensi besar dan ruang yang lebih praktis

Secara ukuran, sedan ini memiliki panjang 4.977 mm, lebar 1.876 mm, dan tinggi 1.510 mm. Wheelbase tercatat 3.51 mm, sementara proporsinya membuat mobil tampak lebih tinggi dibanding C-Class generasi sebelumnya.

Bahasa desainnya mengarah ke bentuk yang lebih membulat. Karakter itu memberi perbedaan yang cukup jelas dari citra sedan konvensional yang selama ini melekat pada C-Class.

Fokus pada kepraktisan juga terlihat dari kapasitas angkutnya. Bagasi utama memiliki volume 470 liter, sedangkan ruang penyimpanan di bagian depan masih tersedia 101 liter.

Kemampuan utilitas itu makin lengkap karena mobil ini disebut sanggup menarik gandengan hingga 1,8 ton. Untuk sebuah sedan listrik, detail ini termasuk jarang disorot dan menunjukkan bahwa C350L BEV dirancang untuk penggunaan yang lebih luas.

Detail eksterior dan arah desain baru

Sektor pencahayaan ikut memperkuat kesan modern melalui Digital Light yang disebut mampu memberi sorot terang tanpa membuat silau. Di bagian belakang, lampu buritan dirancang agar mudah dikenali dari jauh, baik siang maupun malam.

Siluet buritannya disebut memiliki bentuk seperti ducktail yang besar. Desain tersebut dikaitkan dengan tambahan volume pada bagasi dan area jok belakang, sehingga mendukung fokus mobil ini pada ruang kabin dan kenyamanan penumpang.

Dengan kombinasi dua motor listrik, baterai besar, jarak tempuh 759 kilometer, kabin MBUX Hyperscreen 39,1 inci, serta kapasitas praktis yang jarang ditemui pada sedan listrik, Mercedes-Benz C350L BEV memperlihatkan arah baru untuk model C-Class di era baterai. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa persaingan sedan listrik premium kini bergerak semakin dekat ke soal efisiensi, ruang, dan pengalaman kabin.

Source: otodriver.com

Berita Terkait