Lionel Messi menutup laga dengan dua gol dan memastikan Argentina menang 2-0 atas Austria sekaligus melaju ke babak 32 besar. Tambahan dua gol itu juga membuat Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Rekor tersebut lahir di Dallas, dalam pertandingan Grup J yang kembali menegaskan pengaruh besar Messi di turnamen ini. Ia kini mengoleksi 17 dan 18 gol di Piala Dunia, melampaui Miroslav Klose yang sebelumnya memegang rekor dengan torehan dari 2002 hingga 2014.
Gol kedua yang mengunci sejarah
Messi membuka keunggulan Argentina pada menit ke-38 melalui penyelesaian satu sentuhan dari dalam kotak penalti. Bola datang setelah Thiago Almada membiarkan umpan tarik Facundo Medina lewat di antara kakinya, sebelum sang kapten menuntaskannya dengan tembakan akurat.
Gol penentu lainnya hadir pada masa injury time babak kedua. Messi melepas tembakan dari sudut sempit melewati dua bek Austria setelah Julian Alvarez lebih dulu digagalkan kiper Alexander Schlager.
Penalti yang gagal, lalu dibayar tuntas
Pencapaian itu sebenarnya bisa datang lebih cepat. Pada menit kedelapan, Argentina mendapat penalti setelah Stefan Posch melanggar Lautaro Martinez, dengan Xaver Schlager juga ikut terlibat dalam insiden tersebut.
Namun Messi mengirim bola melebar dari titik putih. Kegagalan itu tidak mengubah jalannya pertandingan, karena ia kemudian menebusnya dengan dua gol yang jauh lebih menentukan.
Argentina lolos, Austria masih menjaga peluang
Argentina kini mengoleksi enam poin dan bergabung dengan Mexico, Amerika Serikat, serta Jerman yang sudah lebih dulu memastikan tempat di 32 besar. Mereka akan resmi menjadi juara Grup J jika Jordan tidak mengalahkan Algeria pada laga berikutnya.
Messi juga memimpin daftar top skor kompetisi dengan lima gol dari dua pertandingan. Sebelumnya, ia mencetak hat-trick saat Argentina menang 3-0 atas Algeria pada laga pembuka grup.
Di kubu Austria, peluang belum tertutup setelah mereka menang atas Jordan pada laga pertama dan mengumpulkan tiga poin. Mereka sempat nyaris menyamakan kedudukan sebelum gol kedua Messi, tetapi Emiliano Martinez menepis tendangan bebas keras Marcel Sabitzer, yang saat itu menjalani penampilan internasional ke-100.
Source: www.bbc.com






