Meta Batasi Gemini dari Google Cloud, Proyek AI Meta Ikut Tersendat

Google membatasi akses Meta Platforms Inc. terhadap model kecerdasan buatan Gemini setelah permintaan kapasitas komputasi awan dari perusahaan itu dinilai melampaui pasokan yang tersedia. Dampaknya, sejumlah proyek AI internal Meta ikut tertunda di lini eksekusi.

Langkah pembatasan ini menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi untuk pengembangan AI masih menjadi hambatan utama, bahkan di tengah belanja modal besar-besaran dari perusahaan teknologi global. Meski investasi pada cip baru dan pusat data terus meningkat, keterbatasan hardware tetap menekan laju layanan cloud dan AI.

Tekanan kapasitas sudah dirasakan sejak awal

Google disebut sudah memberi tahu manajemen Meta sekitar Maret bahwa perusahaan tidak bisa memenuhi seluruh kuota kapasitas Gemini yang ingin dibeli. Kondisi itu memaksa Meta menyesuaikan pemakaian sumber daya AI agar operasional proyek internal tetap berjalan.

Meta kemudian menginstruksikan karyawannya untuk lebih hemat memakai token AI. Token menjadi satuan penting untuk mengukur intensitas pemakaian kecerdasan buatan, sehingga kebijakan ini memperlihatkan adanya tekanan teknis yang nyata.

Hubungan kerja sama yang tetap berlanjut

Meski mengalami pembatasan kapasitas, kerja sama Google dan Meta di bidang AI sudah terjalin sejak September 2025. Saat itu, kedua perusahaan mulai menjajaki pemanfaatan Gemini dan model sumber terbuka Gemma untuk kebutuhan pengembangan internal Meta.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu Meta menyelaraskan algoritma periklanan mandirinya dengan dukungan data eksternal milik Google. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas konversi iklan di tengah persaingan ketat pasar iklan digital global.

Google Cloud ikut terbebani permintaan tinggi

Laporan Mint menyebut keterbatasan daya pemrosesan di Google Cloud tidak hanya memengaruhi Meta, tetapi juga beberapa klien korporasi lain. Namun, Meta disebut menerima dampak paling besar karena volume permintaan model AI yang sangat tinggi dan terus menekan kapasitas yang ada.

Google Cloud mencatat pendapatan kuartal I/2026 mencapai US$20 miliar, tetapi pertumbuhan optimalnya masih tertahan oleh keterbatasan hardware. Sundar Pichai menyebut kendala daya komputasi menghalangi pertumbuhan yang lebih tinggi dan ikut mendorong backlog unit komputasi awan yang melonjak hampir dua kali lipat secara kuartalan.

Meta masih membuka ruang kemitraan lain

Di tengah tekanan kapasitas dan persaingan bisnis, Meta disebut tetap membuka peluang kemitraan strategis dengan Google maupun OpenAI. Sikap itu menunjukkan bahwa perusahaan masih mengandalkan kerja sama eksternal untuk memperkuat kemampuan AI di dalam ekosistemnya.

Kolaborasi komputasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan fitur percakapan pada asisten pintar Meta AI. Selain itu, penggunaan model AI pihak luar diharapkan memperkuat fungsi berbasis kecerdasan buatan di berbagai aplikasi media sosial milik Meta.

Source: teknologi.bisnis.com

Berita Terkait