Pakistan Tegaskan Jalur Damai untuk Iran, Diplomasi Kawasan Masih Diuji Ketegangan

Peran Pakistan sebagai penengah di tengah ketegangan Iran dan Amerika kembali mendapat sorotan setelah jalur negosiasi yang sempat dibangun belum menghasilkan terobosan. Situasi ini membuat Islamabad dituntut untuk tetap menjaga komunikasi terbuka dengan berbagai pihak, terutama ketika tekanan politik dan keamanan di kawasan masih tinggi.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan bahwa negaranya tetap ingin mendorong perdamaian dan keamanan regional. Sikap itu ia sampaikan langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon selama 45 menit yang juga membahas perkembangan kawasan yang terus berubah.

Pakistan menempatkan diri sebagai jembatan dialog

Dalam pembicaraan tersebut, Sharif menekankan bahwa Pakistan tidak ingin melihat ketegangan meluas. Islamabad, menurut penjelasan yang disampaikan kantor perdana menteri, memilih tetap membuka ruang dialog agar jalur diplomasi tidak tertutup di tengah situasi yang sensitif.

Sharif juga menegaskan bahwa Pakistan ingin terus berperan sebagai fasilitator yang jujur dan tulus untuk menjaga stabilitas kawasan. Posisi itu sejalan dengan upaya Islamabad mempertahankan hubungan dengan sejumlah negara yang punya pengaruh terhadap dinamika regional.

Kantor perdana menteri Pakistan menyebut pembicaraan dengan Pezeshkian turut menyoroti kondisi kawasan yang masih dilanda ketegangan. Bagi Islamabad, menjaga komunikasi dengan banyak pihak menjadi bagian penting agar proses diplomasi tetap hidup meski tekanan terus meningkat.

Kontak dengan negara kawasan ikut dibahas

Sharif juga menjelaskan rangkaian pertemuannya dengan otoritas Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Ia menilai kontak-kontak itu membantu membangun konsensus untuk mendukung dialog dan diplomasi berkelanjutan demi perdamaian abadi.

Langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan Pakistan yang mengutamakan komunikasi dengan negara-negara kawasan. Pendekatan itu dipandang penting karena tiap negara memiliki pengaruh berbeda terhadap naik turunnya eskalasi.

Di saat banyak saluran dialog menghadapi tekanan, peranan Pakistan sebagai penghubung komunikasi menjadi semakin krusial. Islamabad berupaya menjaga agar ruang pembicaraan tetap terbuka, terutama ketika ketegangan kawasan membuat proses diplomatik berjalan lebih sulit dari biasanya.

Apresiasi dari Teheran untuk Islamabad

Sharif juga menyampaikan terima kasih kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran atas pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Islamabad. Delegasi itu dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi untuk berbicara dengan para negosiator Amerika pada 11-12 April.

Pezeshkian membalas dengan apresiasi terhadap komitmen Pakistan dan Angkatan Darat Pakistan dalam mendukung upaya perdamaian. Presiden Iran itu juga menyerukan penguatan hubungan antara Teheran dan Islamabad agar kerja sama kedua negara tetap stabil.

Kontak diplomatik itu tidak berhenti di level kepala pemerintahan saja. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga sempat bertukar pandangan lewat telepon dengan mitranya dari Pakistan, Muhammad Ishaq Dar, yang menandakan komunikasi bilateral masih berjalan meski situasi kawasan belum mereda.

Negosiasi yang belum mencapai titik temu

Di sisi lain, proses negosiasi Iran dan Amerika masih menemui hambatan. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau SNSC sebelumnya mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan setelah AS menerima proposal 10 poin dari Iran.

Namun, pembicaraan yang berlangsung sekitar 21 jam di Islamabad pada 11 April tidak menghasilkan kesepakatan. Pejabat Iran kemudian menyalahkan tuntutan yang dianggap berlebihan dan perubahan posisi dari pihak Amerika sebagai penyebab gagalnya pembicaraan itu.

Laporan media juga menyebut adanya blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran serta ancaman yang terus muncul sebagai faktor yang menghambat kemajuan negosiasi. IRNA menilai blokade itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dan membuat upaya mendorong pembicaraan semakin sulit.

Tasnim juga melaporkan bahwa Iran tidak akan mengikuti putaran kedua pembicaraan dengan Amerika selama blokade tersebut masih berlangsung. Dalam kondisi seperti ini, Pakistan kembali berada di posisi yang harus menjaga agar pintu dialog tidak benar-benar tertutup di tengah ketegangan kawasan.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait