Metabolisme Buruk Ternyata Bisa Mempercepat Penuaan Otak, Aliran Darah Jadi Sorotan

Author: Redaksi Android62

Kesehatan metabolisme yang buruk ternyata dapat mempercepat perubahan pada otak melalui jalur biologis yang berbeda dari penuaan. Studi baru yang menganalisis lebih dari 3.000 pemindaian otak itu menunjukkan bahwa kondisi tubuh seperti berat badan, tekanan darah, dan kolesterol ikut berkaitan dengan kesehatan otak.

Temuan tersebut menegaskan bahwa usia bukan satu-satunya faktor yang membentuk perubahan otak. Seseorang dapat terlihat relatif muda, namun tetap mengalami perubahan otak yang terkait dengan gangguan metabolisme.

Dua sumbu yang bekerja terpisah

Riset yang dipublikasikan di PLOS Biology itu menyebut penuaan dan kesehatan metabolisme sebagai dua sumbu yang terpisah. Sumbu penuaan terutama mengikis integritas struktural otak, termasuk penipisan lapisan luar otak dan gangguan pada pembuluh darah yang memperlambat aliran darah.

Berbeda dari itu, sumbu metabolisme tidak bergantung pada satu faktor utama. Sejumlah penanda klinis, mulai dari berat badan, tekanan darah, hingga kolesterol, bekerja bersama dan berdampak pada perfusi serebral atau berkurangnya darah yang mencapai otak.

Dampak yang terasa pada kemampuan berpikir

Studi itu juga menemukan bahwa kesehatan metabolisme yang lebih buruk berkaitan dengan kinerja kognitif yang lebih rendah dalam kehidupan sehari-hari. Orang dengan kondisi metabolik yang kurang baik cenderung lebih kesulitan menjalankan tugas yang membutuhkan fleksibilitas kognitif.

Fleksibilitas kognitif merujuk pada kemampuan berpindah dari satu tuntutan ke tuntutan lain saat menghadapi tugas yang saling bersaing. Dalam temuan penelitian tersebut, hubungan ini disebut paling kuat pada perempuan.

Otak dan tubuh tidak bisa dipisahkan

Para ilmuwan menilai banyak penelitian tentang penuaan masih memisahkan otak dan tubuh, sehingga gambaran biologis yang dihasilkan menjadi tidak lengkap. Padahal, penanda klinis rutin seperti BMI, tekanan darah, lipid darah, dan pengukuran terkait glukosa mudah dikumpulkan, tetapi belum sepenuhnya menggambarkan kesehatan otak.

Di sisi lain, MRI canggih dapat menangkap struktur otak, konektivitas, dan aliran darah secara lebih detail. Namun, teknologi itu belum digunakan secara luas dalam perawatan klinis rutin.

Metabolisme sebagai faktor risiko yang bisa diubah

Temuan ini memberi perhatian khusus pada metabolisme karena termasuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Meski penuaan tidak bisa dihentikan, kondisi seperti berat badan, kolesterol, dan tekanan darah dapat dikelola untuk membantu menjaga suplai darah ke otak.

Peneliti menekankan bahwa kesehatan metabolisme bukan hanya soal jantung atau diabetes. Kondisi ini ternyata berhubungan langsung dengan aliran darah otak dan kemampuan kognitif, sehingga layak mendapat porsi lebih besar dalam pesan kesehatan masyarakat tentang kesehatan otak.

Implikasinya bagi kesehatan otak

Pola yang ditemukan pada pria dan wanita memperlihatkan bahwa penuaan memengaruhi berbagai wilayah otak, sementara kesehatan metabolisme yang buruk lebih menargetkan suplai darah ke otak. Dengan kata lain, menjaga metabolisme tubuh bisa menjadi salah satu cara penting untuk membantu mempertahankan fungsi otak lebih lama.

Penelitian lanjutan dengan panel biomarker yang lebih luas masih dibutuhkan untuk melihat hubungan tubuh dan otak secara lebih mendalam. Namun, studi ini sudah menunjukkan bahwa menjaga metabolisme bukan hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk aliran darah otak dan kemampuan berpikir sehari-hari.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru