Meteor Ternyata Jarang Jadi Ancaman, Ini 4 Fakta yang Mematahkan Banyak Anggapan Salah

Author: Redaksi Android62

Benda langit yang jatuh ke Bumi tidak selalu hadir sebagai ancaman besar atau meninggalkan lubang raksasa di tanah. Justru, banyak anggapan populer tentang meteor terbukti keliru ketika dilihat dari penjelasan ilmiah.

Salah satu yang paling sering salah dipahami adalah soal kawah. Tidak semua meteor yang mencapai permukaan mampu menghasilkan bekas tumbukan besar, karena sebagian di antaranya terlalu kecil untuk meninggalkan jejak yang jelas.

Kondisi Bumi juga membuat bekas tumbukan tidak bertahan lama. Berbeda dengan Bulan yang menyimpan banyak kawah karena tidak memiliki atmosfer, permukaan Bumi terus berubah akibat proses alam seperti erosi.

Tidak selalu membara saat menyentuh tanah

Bayangan bahwa meteor yang jatuh masih menyala panas seperti bara juga tidak tepat. NASA menjelaskan bahwa panas utama meteor muncul di bagian luar saat benda itu bergesekan dengan atmosfer, bukan di seluruh bagiannya.

Karena itu, meteor yang berhasil sampai ke permukaan justru bisa terasa dingin. Meski begitu, benda tersebut tetap tidak boleh dipegang sembarangan setelah ditemukan.

NASA mengingatkan bahwa minyak dan bakteri dari kulit manusia dapat merusak sampel. Penanganan meteor harus dilakukan dengan hati-hati agar kondisi aslinya tetap terjaga.

Jatuhnya lebih sering daripada yang terlihat

Kesan bahwa meteor sangat langka juga tidak sepenuhnya akurat. Banyak meteor berukuran kecil terbakar habis di atmosfer sebelum sempat terlihat jelas atau mencapai tanah.

Laporan yang dirangkum menyebut ribuan meteor menghantam Bumi setiap tahun. Sebagian besar peristiwa itu tidak disadari manusia karena ukurannya terlalu kecil dan tidak menimbulkan dampak yang tampak.

Ancaman terhadap manusia sangat jarang

Meski meteor memang bisa menimbulkan risiko, kasus manusia yang terluka akibat meteorit tergolong sangat jarang. Salah satu kejadian yang paling dikenal terjadi saat seorang wanita di Alabama, Amerika Serikat, mengalami memar setelah meteorit menembus atap rumahnya.

Peristiwa seperti itu sering memicu kesan bahwa meteor sangat berbahaya. Padahal, jumlah meteor yang jatuh tiap tahun jauh lebih besar daripada jumlah kasus yang benar-benar berdampak pada manusia.

Fenomena ini justru menarik karena memperlihatkan bagaimana benda langit berinteraksi dengan atmosfer Bumi. Di balik tampilan dramatisnya, meteor tidak selalu panas, tidak selalu meninggalkan kawah, dan tidak sesering yang dibayangkan menimbulkan korban.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru