Sebuah meteorit yang jatuh di Hillsborough, New Jersey, menyimpan mineral garam, senyawa organik, dan asam amino yang berasal dari cairan asin purba. Nilai sampel ini sangat tinggi karena pecahannya segera diamankan sebelum banyak terpapar kelembapan dan material organik dari Bumi.
Penelitian terhadap batu tersebut memberi ilmuwan kesempatan langka untuk memeriksa bahan yang hampir mempertahankan komposisi aslinya. Material itu diyakini berasal dari bagian dekat permukaan asteroid kecil primitif yang pernah memiliki cairan asin pekat miliaran tahun lalu.
Sampel langka dari tata surya awal
Meteorit ini diberi nama meteorit Hillsborough setelah diperiksa oleh para ilmuwan. Menurut laporan inet.detik.com, studi di jurnal Science Advances menggolongkannya sebagai kondrit karbon CM1/2, jenis meteorit kaya karbon yang sangat langka.
Kondrit karbon menjadi penting dalam kajian tata surya awal karena dapat membawa catatan kimia dari benda-benda purba. Pada meteorit Hillsborough, temuan garam dan molekul organik mengarah pada riwayat perubahan kimia yang melibatkan air asin.
| Aspek | Temuan |
|---|---|
| Nama sampel | Meteorit Hillsborough |
| Klasifikasi | Kondrit karbon CM1/2 |
| Kandungan utama | Kristal garam, senyawa organik, dan asam amino |
| Asal material | Dekat permukaan asteroid primitif kecil |
Peter Jenniskens, astronom meteorit dari SETI Institute dan NASA Ames Research Center, menyatakan bahwa penelitian ini membuka gambaran baru mengenai kimia pada benda purba tata surya. “Studi forensik terhadap pecahan meteorit ini menunjukkan adanya material yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif kecil, tempat cairan asin pekat pernah mengalir,” kata Jenniskens.
Ia menilai proses tersebut sebelumnya belum diketahui pada jenis dunia protoplanet itu. Kandungan kimia pada batu ini juga berpotensi membantu menjelaskan lingkungan yang mendukung pembentukan molekul penyusun kehidupan di Bumi.
Diamankan sesaat setelah jatuh
Keberadaan sampel yang relatif bersih tidak terlepas dari tindakan cepat pemilik rumah. Pecahan batu dikumpulkan menggunakan sarung tangan, dibungkus aluminium foil, lalu disimpan dalam stoples kaca sebelum diserahkan kepada ilmuwan.
Prosedur sederhana tersebut membantu mengurangi risiko paparan kelembapan dan bahan organik yang lazim ditemukan di lingkungan Bumi. Banyak meteorit lain baru ditemukan setelah lama berada di permukaan sehingga komposisi awalnya dapat berubah atau bercampur dengan unsur lokal.
Peristiwa jatuhnya batu antariksa itu terjadi pada 16 Juli 2024, saat bola api terlihat melintas di langit New York pada siang hari. Batuan yang diperkirakan memiliki massa sekitar 50 kilogram itu memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 61.000 kilometer per jam sebelum pecah menjadi beberapa bagian.
Satu pecahan kemudian menembus atap rumah di Hillsborough dan jatuh di kamar tidur utama pemilik rumah. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, tetapi penghuni mendengar benturan keras dari dalam bangunan.
Jejak benturan di kamar tidur
Pemilik rumah menemukan lubang pada langit-langit serta serpihan hitam dan debu yang menutupi tempat tidur, karpet, dan area di sekitarnya. Setelah benturan, ia juga mencium bau belerang yang kuat.
Jenniskens menggambarkan arti ilmiah penemuan itu sebagai peluang untuk menelusuri kondisi sangat awal planet ini. “Dalam satu sisi, Anda bisa membayangkannya seperti mencium aroma atmosfer Bumi pada masa awal kehidupan,” ujarnya.
Para ilmuwan meyakini asteroid karbon pernah menghantam Bumi muda sambil membawa air dan senyawa organik. Sampel meteorit Hillsborough yang hampir tidak terkontaminasi dapat membantu riset mengenai pembentukan air, garam, dan molekul organik pada asteroid purba.
