Toyota Veloz Hybrid EV menyelesaikan perjalanan sekitar 408,8 kilometer dari Kendari ke Morowali tanpa pengisian bahan bakar tambahan. Indikator bahan bakarnya dilaporkan hanya turun sekitar tiga bar dari posisi tangki penuh.
Catatan tersebut menjadi hasil awal perjalanan EV Lintas Nusa 2.0 di Sulawesi. Rute ini tidak hanya melewati jalan nasional yang mulus, tetapi juga kontur perbukitan dan ruas jalan rusak.
Efisiensi itu dicapai dalam kondisi penggunaan yang berubah-ubah sepanjang perjalanan. Kendaraan menghadapi tanjakan, turunan, tikungan panjang, serta permukaan bergelombang yang menyerupai jalur off-road ringan.
Catatan Perjalanan Kendari-Morowali
| Aspek | Catatan Perjalanan |
|---|---|
| Jarak tempuh | Sekitar 408,8 kilometer |
| Rute | Kendari menuju Morowali |
| Kondisi bahan bakar | Berkurang sekitar tiga bar |
| Pengisian ulang | Tidak diperlukan selama etape awal |
Menurut laporan Moladin.com, mobil tersebut masih dapat melanjutkan perjalanan ketika tiba di Morowali dengan bahan bakar dari pengisian awal di Kendari. Hasil ini menunjukkan peran sistem hybrid saat mobil dipakai dalam rute antarkota yang panjang.
Sistem tersebut memadukan mesin bensin dan motor listrik sesuai kebutuhan berkendara. Motor listrik dapat mengambil peran penggerak pada kecepatan rendah atau kondisi tertentu.
Peralihan kerja kedua penggerak itu juga memengaruhi suasana di dalam kabin. Suara mesin dapat terasa lebih halus dibandingkan kendaraan yang hanya mengandalkan mesin bensin konvensional.
Pengendalian di Medan Berliku
Perjalanan lintas Sulawesi ini turut menguji karakter pengendalian Toyota Veloz Hybrid EV. Baterai hybrid yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan membuat titik gravitasi mobil lebih rendah.
Penempatan komponen tersebut membantu kendaraan terasa lebih mantap ketika melewati tikungan dan jalan bergelombang. Bobot tambahan dari sistem hybrid juga disebut mendukung distribusi berat yang lebih seimbang saat bermanuver.
Di jalur berliku, kendaraan tetap terasa presisi dan tidak mudah limbung. Karakter ini relevan pada rute yang memiliki tikungan tajam serta kontur perbukitan.
Ruas jalan rusak juga menjadi pengujian bagi kerja suspensi. Suspensi Veloz Hybrid EV masih mampu meredam guncangan dengan cukup baik saat melintasi permukaan yang tidak rata.
Kenyamanan dan Pemeriksaan Armada
Selain efisiensi, perjalanan jauh menempatkan kenyamanan penumpang sebagai faktor penting. Kabin yang lebih senyap dipadukan dengan ruang kaki baris kedua yang tergolong lega serta posisi duduk ergonomis.
Sebelum berangkat dari Kendari, seluruh armada menjalani pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan mencakup tekanan ban, sistem pengereman, oli mesin, dan seluruh lampu kendaraan.
Komponen elektrifikasi juga diperiksa, termasuk sistem pendingin serta filter baterai. Langkah ini dilakukan untuk menjaga performa sistem hybrid selama perjalanan ratusan kilometer.
Perjalanan turut didukung jaringan Kalla Toyota dengan layanan 3S, yaitu Sales, Service, dan Spare Parts, di sejumlah kota di Sulawesi. EV Lintas Nusa 2.0 masih akan berlanjut hingga total jarak sekitar 4.800 kilometer.
