Pasar Bitcoin kini menghadapi sinyal yang jauh lebih besar dari sekadar laporan rugi Strategy Inc. Perusahaan yang selama ini dikenal sangat keras memegang Bitcoin itu mulai membuka pintu untuk menjual aset digitalnya bila langkah tersebut dinilai paling menguntungkan bagi perusahaan.
Perubahan nada ini langsung menarik perhatian karena menyentuh inti kepercayaan pasar terhadap Strategy. Selama bertahun-tahun, perusahaan tersebut identik dengan sikap bahwa Bitcoin harus disimpan, bukan dilepas, sehingga setiap peluang penjualan terasa seperti pergeseran besar dalam strategi.
Tekanan keuangan tampaknya ikut mendorong perubahan itu. Strategy melaporkan rugi bersih $12,54 miliar untuk kuartal pertama 2026, dengan $14,46 miliar di antaranya berasal dari kerugian belum terealisasi atas aset digital saat Bitcoin melemah pada periode tersebut.
Presiden dan CEO Phong Le mengatakan perusahaan kini akan mempertimbangkan penjualan Bitcoin untuk membeli dolar AS atau membayar utang jika langkah itu bisa menambah nilai Bitcoin per saham. Ia juga menegaskan Strategy tidak lagi berpegang pada pernyataan absolut bahwa mereka tidak akan pernah menjual Bitcoin.
Pernyataan itu penting karena Strategy selama ini menjadi simbol keyakinan penuh terhadap Bitcoin di level korporasi. Akumulasi agresif perusahaan sejak Agustus 2020 bahkan disebut telah menjadi cetak biru strategi treasury Bitcoin korporasi di seluruh dunia.
Michael Saylor kemudian menjelaskan cara pandang perusahaan dari sisi yang lebih luas. Menurut dia, Strategy membeli Bitcoin dengan kredit, membiarkannya naik nilai, lalu dapat menjual sebagian untuk membayar dividen selama penerbitan kredit tetap berada di atas titik impas.
Saylor juga menyebut perusahaan mungkin menjual sebagian Bitcoin untuk mendanai dividen dengan tujuan “menginokulasi pasar.” Dalam pandangannya, langkah seperti itu bisa mengirim pesan bahwa penjualan memang bisa terjadi ketika kondisinya tepat.
Namun yang paling dikhawatirkan pasar bukan semata jumlah Bitcoin yang dijual. Sejumlah analis menilai dampak utamanya justru ada pada sentimen, karena penjualan oleh Strategy dapat mengubah cara pasar memandang keyakinan terhadap aset tersebut.
Mathew Pinnock, COO Altura, mengatakan pelepasan bahkan sebagian kecil kepemilikan Strategy bisa mengubah pandangan pasar dan melemahkan sentimen terhadap Bitcoin. Ia menambahkan bahwa penjualan sebagian bisa memicu panik jangka pendek, meski pasar kemungkinan masih mampu menyerap pasokan itu berkat permintaan ETF dan institusional yang terus berjalan.
Nic Puckrin, analis makro dan co-founder Coin Bureau, juga menilai sinyal dari Strategy tidak bisa dianggap ringan. Ia mengatakan Michael Saylor selama ini dikenal sebagai pembeli yang konsisten, sehingga perubahan kecil saja dapat memengaruhi sentimen pasar.
Puckrin membedakan penjualan yang terkait dividen atau manajemen modal dari likuidasi karena tekanan. Menurut dia, penjualan yang tidak didorong oleh timing pasar secara murni cenderung lebih kecil kemungkinan memicu aksi jual berbasis sentimen yang lebih luas.
Di prediction market Myriad, milik perusahaan induk Decrypt, peluang Strategy menjual Bitcoin pada 2026 naik tajam dari 12% sebelum pengumuman menjadi lebih dari 40% setelah laporan keuangan dirilis. Angka itu menjadi level tertinggi sejak pasar tersebut diluncurkan.
Strategy saat ini memegang 818.334 BTC senilai sekitar $66,8 miliar. Kepemilikan itu setara dengan sekitar 3,9% dari total pasokan Bitcoin, sehingga setiap perubahan sikap perusahaan tetap menjadi perhatian besar bagi pelaku pasar.
Andrew Webley, pendiri dan CEO Smarter Web Company yang merupakan treasury perusahaan Bitcoin terbesar di Inggris, menilai komentar Strategy bukan pembalikan arah total. Ia mengatakan cara penyampaian pengumuman sama pentingnya dengan substansinya.
Webley menekankan perlunya membedakan antara “menjual Bitcoin” dan “mengelola treasury Bitcoin secara buruk.” Menurut dia, treasury Bitcoin dirancang untuk modal berjangka panjang dan harus dikelola aktif seperti aset lain.
Ia juga menilai ukuran terpenting bukan sekadar jumlah koin yang dipegang, melainkan Bitcoin yield jangka panjang per saham terdilusi penuh. Dalam pandangannya, peningkatan kepemilikan Bitcoin per saham membuat perusahaan tetap selaras dengan akumulasi.
Bagi Webley, penjualan Bitcoin oleh Strategy kemungkinan besar bukan titik balik besar bagi pasar. Ia menilai pengelolaan treasury yang lebih disiplin justru bisa memperkuat kepercayaan institusional, karena menunjukkan model ini berkembang menjadi struktur keuangan yang lebih tahan lama.







