Ibunda Vega Darwanti, RA Dian Arunda Dewanthy, meninggal dunia pada Senin (13/7/2026) setelah keluarga melalui malam terakhir yang penuh kejutan dan kesedihan. Vega menyebut dirinya terbangun sekitar pukul 01.30 WIB setelah bermimpi dicium oleh sang ibu, lalu mendapati ibundanya sudah tidak bernyawa.
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah Vega menemani sang ibu di rumah. Ia sempat memberi makan pada pukul 19.00 WIB dan kemudian beristirahat di dekat ibunya yang selama ini menjalani perawatan di rumah.
Momen Terakhir yang Tak Terduga
Kepada wartawan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Vega mengaku semula tidak menyangka ada perubahan besar pada kondisi sang ibu di tengah malam. Saat terbangun karena mimpi itu, ia langsung mengecek keadaan ibunya dan mendapati sang ibu telah wafat.
“Jam setengah dua pagi itu aku kebangun karena kaget ada yang cium aku. Aku langsung mengecek kondisi Mama. Itu posisinya Mama sudah enggak bernyawa,” tutur Vega.
Riwayat Kesehatan yang Sudah Dipantau
Vega juga menjelaskan bahwa ibunya memiliki riwayat hipertensi dan diabetes. Kondisi darah tinggi dan gula darah sang ibu, menurutnya, memang sudah lama menjadi perhatian keluarga selama masa perawatan di rumah.
Dari pengalaman itu, Vega menilai pemeriksaan kesehatan rutin penting dilakukan agar seseorang lebih cepat mengetahui kondisi tubuhnya. Ia menyoroti medical check up sebagai cara untuk membantu mengenali sejak dini kadar gula maupun tekanan darah yang perlu diwaspadai.
Pelajaran bagi Keluarga
Vega menegaskan bahwa setiap orang bisa memiliki reaksi tubuh yang berbeda meski menghadapi penyakit yang sama. Ia menyebut ada orang dengan kadar gula atau tensi lebih tinggi yang masih dapat bertahan karena kondisi tubuh tidak selalu serupa.
Jenazah ibunda Vega kini telah dimakamkan di TPU Jatinegara, Jakarta Timur, setelah keluarga melewati duka singkat yang meninggalkan kesan mendalam. Bagi Vega, momen mimpi sebelum kabar wafat itu menjadi bagian paling berat sekaligus paling membekas dari perpisahan dengan sang ibu.
