Lonjakan paling terasa hari ini datang dari minyak goreng curah yang naik 8,03 persen menjadi Rp22.200 per kg. Kenaikan itu menonjol di tengah pasar pangan yang justru menunjukkan arah berlawanan, karena sejumlah komoditas utama lain seperti cabai, daging, telur ayam ras, dan beras malah bergerak turun.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dihimpun melalui situs resmi bi.go.id/hargapangan pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 09.38 WIB memperlihatkan pola harga yang tidak seragam. Fluktuasi pasokan di tingkat produsen tampak ikut mendorong sebagian harga melemah, sementara kelompok lain naik bersamaan.
Minyak goreng dan bawang menjadi penekan belanja
Selain minyak goreng curah, tiga jenis minyak goreng lain juga ikut menguat. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 3,54 persen menjadi Rp24.850 per kg, sedangkan kemasan bermerek II bertambah 3,46 persen ke Rp23.950 per kg.
Tekanan juga datang dari kelompok bawang. Bawang merah ukuran sedang naik 6,99 persen atau Rp3.550 menjadi Rp54.350 per kg, sementara bawang putih ukuran sedang menguat 4,01 persen atau Rp1.550 ke Rp40.200 per kg.
Gula pasir ikut berada di jalur kenaikan. Gula pasir lokal naik 1,04 persen menjadi Rp19.350 per kg, sedangkan gula pasir kualitas premium bertambah 2,96 persen atau Rp600 dan kini berada di Rp20.850 per kg.
Cabai turun paling dalam
Di sisi lain, penurunan paling tajam terlihat pada kelompok cabai. Cabai rawit hijau tercatat turun 26,24 persen dan berada di harga rata-rata nasional Rp44.000 per kg, menjadi koreksi terdalam di antara komoditas yang dipantau.
Cabai rawit merah juga melemah 17,53 persen atau turun Rp14.450 menjadi Rp68.000 per kg. Cabai merah besar terkoreksi 16,02 persen ke Rp61.350 per kg, sedangkan cabai merah keriting turun 10,53 persen dan berada di Rp2.450 per kg.
Daging, telur, dan beras ikut melandai
Pelemahan harga tidak berhenti di cabai. Daging ayam ras segar turun 3,57 persen atau setara Rp1.400 menjadi Rp37.800 per kg di pasar tradisional.
Daging sapi kualitas I ikut turun 6,01 persen atau Rp9.050 sehingga berada di Rp141.650 per kg, sementara daging sapi kualitas II melemah 1,84 persen dan dipatok di Rp138.550 per kg. Telur ayam ras segar yang kerap menjadi acuan inflasi pangan juga turun 6,56 persen dengan harga rata-rata Rp28.500 per kg setelah terkoreksi Rp2.000.
Beras memperlihatkan pola yang nyaris serempak turun di banyak kategori. Beras kualitas bawah I turun 1,37 persen menjadi Rp14.400 per kg, sedangkan bawah II stagnan di Rp14.450 per kg.
Untuk beras kualitas medium I, harga turun 1,23 persen menjadi Rp16.000 per kg. Penurunan yang lebih besar terjadi pada medium II yang terkoreksi 3,12 persen ke Rp15.550 per kg.
Di kelompok premium, beras super I turun 4,58 persen atau Rp800 menjadi Rp16.650 per kg. Beras super II juga melemah 3,24 persen dan kini berada di Rp16.400 per kg.
Kombinasi penurunan pada cabai, daging, telur, dan beras memberi sedikit ruang lega bagi konsumen. Namun, kenaikan pada bawang, gula, dan terutama minyak goreng tetap membuat biaya belanja belum sepenuhnya reda.
Source: www.suara.com






