Mitsubishi XFORCE Hybrid mencatat jarak tempuh lebih dari 1.172 kilometer hanya dengan satu tangki bensin berkapasitas 42 liter. Hasil pengujian perjalanan luar kota itu menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 27,9 km/liter.
Angka tersebut menonjol karena mesin bensin pada SUV ini tidak selalu bertugas menggerakkan roda. Motor listrik justru memegang porsi besar sebagai penggerak kendaraan dalam sistem hybrid yang digunakan Mitsubishi.
| Data Pengujian | Hasil |
|---|---|
| Jarak tempuh | Lebih dari 1.172 km |
| Kapasitas tangki | 42 liter |
| Konsumsi bahan bakar | Sekitar 27,9 km/liter |
| Karakter rute | Didominasi jalan tol |
Pada Mitsubishi XFORCE Hybrid, mesin bensin dapat berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mengisi baterai. Mesin itu juga dapat membantu ketika kendaraan memerlukan tambahan tenaga.
Pendekatan tersebut berbeda dari banyak mobil hybrid konvensional yang masih mengandalkan mesin bensin sebagai sumber penggerak utama. Mitsubishi menempatkan motor listrik dalam peran lebih dominan agar kerja mesin dapat lebih efisien.
Motor Listrik Tetap Bekerja pada Kecepatan Tinggi
Motor listrik pada XFORCE Hybrid disebut masih mampu menggerakkan kendaraan hingga 121 km/jam. Kemampuan ini berlaku ketika pengemudi menambah kecepatan secara bertahap tanpa menghentak pedal gas.
Dalam kondisi tertentu, motor listrik tetap dapat bekerja saat kendaraan melaju cepat. Pada sistem hybrid konvensional, mesin bensin umumnya lebih cepat aktif ketika kecepatan kendaraan meningkat.
Sistem penggerak tersebut menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh. Energi yang tersimpan di baterai menjadi penopang kerja motor listrik dalam Sistem Hybrid Mitsubishi.
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Baterai lithium-ion 1,1 kWh | Menyimpan energi untuk sistem hybrid |
| Low gear | Membantu menghasilkan torsi lebih besar |
| High gear | Menjaga efisiensi motor listrik saat kecepatan meningkat |
Dual Transaxle Mengatur Kebutuhan Torsi
Mitsubishi membekali mobil ini dengan sistem Dual Transaxle yang memiliki dua rasio gigi, yakni low gear dan high gear. Rasio rendah dipakai ketika kendaraan berjalan lambat atau menghadapi tanjakan yang membutuhkan torsi lebih besar.
Saat kecepatan meningkat, sistem akan memanfaatkan rasio tinggi untuk menjaga putaran motor listrik tetap efisien. Kombinasi baterai, motor listrik, mesin bensin, dan dua rasio transmisi menjadi dasar Konsumsi BBM yang dicatat dalam pengujian tersebut.
Pengujian internal Mitsubishi dilakukan bersama pereli nasional Rifat Sungkar pada rute antarkota yang didominasi jalan tol. Perjalanan dimulai dari kawasan TMII di Jakarta Timur dan berakhir di Pulau Bali melalui Cirebon, Semarang, Madiun, Surabaya, serta Banyuwangi.
Menurut oto.detik.com, kendaraan dikemudikan secara normal tanpa teknik khusus untuk mengejar angka konsumsi bahan bakar. Metode itu dimaksudkan agar hasil perjalanan lebih mendekati penggunaan harian saat menempuh rute jauh.
Mitsubishi memasarkan XFORCE Hybrid sebagai kendaraan hybrid pertama Mitsubishi Motors di Indonesia. Catatan perjalanan ini memperlihatkan potensi efisiensi dan jarak tempuh panjang bagi pengguna yang kerap melintasi jalur antarkota.
