Honda CB750 Hornet Lebih Ringan dan Murah, Suzuki GSX-8S Membalas dengan Torsi

Author: Redaksi Android62

Honda CB750 Hornet E-Clutch 2026 menawarkan harga lebih rendah dan bobot 12 kg lebih ringan dibanding Suzuki GSX-8S 2026. Namun, Suzuki membalas keunggulan itu dengan torsi lebih besar yang bekerja pada putaran lebih rendah.

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa duel naked bike menengah tidak hanya ditentukan oleh tenaga puncak. Karakter mesin, kemudahan bermanuver, hingga perangkat transmisi memberi alasan berbeda untuk memilih salah satunya.

Hornet Menekan Bobot dan Harga

Data yang dirangkum ridertua.com mencantumkan harga Honda CB750 Hornet E-Clutch 2026 hingga 7.549 Pound Sterling. Suzuki GSX-8S 2026 pada perbandingan yang sama tercatat dibanderol 8.299 Pound Sterling.

Hornet memiliki bobot 190 kg dengan rangka baja diamond yang ringan. Angka tersebut membuatnya 12 kg lebih ringan daripada GSX-8S yang berbobot 202 kg.

Selisih tersebut mengarahkan CB750 Hornet pada karakter yang lebih gesit saat menghadapi tikungan dan tempo berkendara cepat. Desain tangki dengan lekukan tegas serta buritan ramping juga menguatkan kesan sporty pada motor ini.

Sebaliknya, GSX-8S menempatkan kestabilan dan kenyamanan sebagai perhatian utama. Posisi duduk tegak, jok nyaman, serta suspensi KYB ditujukan untuk penggunaan harian, perjalanan jauh, dan jalan berkelok.

Aspek Suzuki GSX-8S Honda CB750 Hornet
Harga 2026 8.299 Pound Sterling 7.549 Pound Sterling
Bobot 202 kg 190 kg
Tenaga 83 hp pada 8.500 rpm 90,5 hp pada 9.500 rpm
Torsi 78 Nm pada 6.800 rpm 75 Nm pada 7.250 rpm

Torsi Suzuki Datang Lebih Awal

Suzuki GSX-8S memakai mesin parallel-twin 776 cc DOHC berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan 83 hp pada 8.500 rpm dan torsi 78 Nm pada 6.800 rpm.

Torsi tersebut lebih tinggi 3 Nm dibanding CB750 Hornet dan diraih 450 rpm lebih awal. Karakter ini menjadikan dorongan pada putaran rendah hingga menengah sebagai salah satu kekuatan GSX-8S.

Konfigurasi crankshaft 270 derajat memberi respons mesin Suzuki yang menyerupai mesin V-twin. Penyaluran tenaganya tetap halus ketika motor dipacu pada kecepatan lebih tinggi.

Honda menggunakan mesin parallel-twin 755 cc SOHC berpendingin cairan yang menghasilkan 90,5 hp pada 9.500 rpm. Torsinya mencapai 75 Nm pada 7.250 rpm, dengan karakter responsif dan dorongan lebih kuat di putaran atas.

Pendekatan Elektronik yang Berbeda

GSX-8S membawa Suzuki Intelligent Ride System, tiga mode berkendara, traction control tiga level, dan ride-by-wire. Paketnya juga mencakup quickshifter dua arah, Easy Start System, Low RPM Assist, ABS dual-channel, lampu LED, serta layar TFT warna 5 inci.

CB750 Hornet menyediakan ride-by-wire, empat mode berkendara, Honda Selectable Torque Control atau HSTC, dan wheelie control. Motor ini turut memiliki assist & slipper clutch, ABS dual-channel, lampu LED, serta layar TFT 5 inci dengan Honda RoadSync.

Pembeda utama pada varian Hornet terkait adalah Honda E-Clutch yang menawarkan cara pengoperasian transmisi lebih praktis. GSX-8S memilih bi-directional quickshifter untuk mendukung perpindahan gigi.

Dengan bekal tersebut, CB750 Hornet lebih menonjol bagi pengendara yang mengutamakan bobot ringan, tenaga tinggi, dan karakter agresif. GSX-8S menawarkan pilihan bagi pengguna yang mencari tarikan bawah-menengah, kestabilan, serta kenyamanan perjalanan.

Berita Terbaru