MLFF Makin Dekat Diuji, Transaksi Tol Tanpa Berhenti Siap Ubah Kebiasaan Pengendara

Author: Redaksi Android62

Sistem transaksi tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) semakin dekat masuk tahap uji coba di Indonesia. Skema ini dirancang agar kendaraan dapat melintas tanpa berhenti di gerbang tol, sehingga alur pembayaran berubah menjadi sepenuhnya digital.

Meski arah proyeknya sudah jelas, pemerintah belum menetapkan jadwal maupun lokasi pra-uji coba. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) masih mematangkan skenario teknis sebelum pengujian dimulai.

Lokasi pengujian masih dibahas

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati menyampaikan bahwa persiapan teknis terus dilakukan bersama RITS sebagai badan usaha pelaksana. Menurut dia, pengujian baru akan dijadwalkan setelah seluruh kesiapan dinilai matang.

Komang juga menegaskan bahwa pemerintah belum membuka kepastian kapan uji coba dimulai dan ruas mana yang akan dipilih lebih dulu. Bali tetap masuk daftar kandidat karena sejak awal direncanakan sebagai proyek percontohan, tetapi opsi ruas tol lain juga masih terbuka.

Direktur RITS Renaldi Utomo mengatakan pihaknya masih terlibat dalam penyusunan berbagai skenario teknis untuk mendukung pengujian. Sejumlah kondisi lapangan sedang dibahas agar penerapan awal tidak mengganggu operasional.

Cara kerja MLFF dan masa transisi

MLFF dirancang sebagai sistem transaksi tol tanpa henti, sehingga kendaraan tidak lagi wajib berhenti di gerbang untuk membayar seperti pada skema konvensional berbasis kartu. Tahap awal penerapan sebelumnya dikaitkan dengan Tol Bali Mandara, dan infrastruktur penunjang seperti gantry MLFF juga sudah menjadi bagian dari kesiapan yang disorot.

Kontrak kerja sama yang dipegang RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada konsep MLFF. Namun pada masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih dimungkinkan untuk tetap digunakan sebelum skema akhir berjalan penuh.

Artinya, perpindahan menuju transaksi tanpa berhenti tidak harus berlangsung sekaligus. Pemerintah dan pelaksana membuka ruang tahapan agar penyesuaian sistem dan pengguna jalan bisa berlangsung lebih aman.

Tekanan dari volume kendaraan yang terus naik

Di sisi lain, kebutuhan penerapan MLFF dinilai makin mendesak karena volume kendaraan di jalan tol terus meningkat. Pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menilai pembayaran berbasis elektronik dapat membantu mempercepat arus lalu lintas sekaligus mempermudah pengawasan.

Anton juga menilai seluruh transaksi yang tercatat secara digital akan membuat pengelolaan data lebih efisien. Jika ke depan ada kebijakan baru yang membutuhkan basis data lalu lintas dan transaksi yang lebih rapi, pencatatan elektronik itu dinilai akan sangat membantu.

Ia mencontohkan bahwa perhitungan kebijakan seperti pajak jalan tol akan lebih sederhana bila data sudah terekam secara elektronik. Karena itu, manfaat MLFF dipandang bukan hanya untuk pengguna jalan, tetapi juga untuk tata kelola sistem tol secara keseluruhan.

Uji coba bertahap dinilai paling aman

Anton menyarankan implementasi dilakukan bertahap agar masyarakat memiliki waktu beradaptasi. Menurut dia, penerapan awal sebaiknya dimulai dari ruas tol yang infrastruktur pendukungnya paling siap.

Jakarta disebut dapat menjadi salah satu contoh lokasi yang memiliki kesiapan lebih baik untuk memulai tahapan itu. Uji coba juga dinilai lebih aman jika dimulai dari satu gerbang tol terlebih dahulu sebelum diperluas ke gerbang lain.

Pendekatan bertahap itu dinilai penting agar pengguna jalan bisa merasakan manfaat sistem baru tanpa tekanan perubahan yang terlalu cepat. Setelah masyarakat terbiasa, cakupan MLFF dapat diperluas dari satu gerbang ke dua, tiga, hingga seluruh jaringan yang siap.

Dengan persiapan yang masih berjalan dan koordinasi yang belum berhenti, arah pengembangan MLFF menunjukkan bahwa transaksi tol tanpa berhenti semakin dekat diuji di Indonesia.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru