Mobil Listrik Bisa Jadi Cadangan Listrik Rumah, Ini Batas dan Risikonya

Fitur Vehicle to Load atau V2L membuat mobil listrik bisa dipakai sebagai sumber listrik darurat saat rumah padam. Dalam kondisi seperti ini, kendaraan berperan layaknya power bank berukuran besar untuk menyalakan perangkat elektronik penting.

Teknologi ini bekerja dengan menyalurkan daya baterai mobil listrik ke luar kendaraan. Secara teknis, arus searah atau DC diubah menjadi arus bolak-balik atau AC sehingga setara dengan listrik dari stopkontak rumah.

Apa yang bisa dinyalakan

Chery Indonesia menyebut V2L dapat membantu memasok listrik sementara untuk lampu, kulkas, hingga Wi-Fi. Kapasitas baterai mobil listrik yang umumnya berada di kisaran 60 hingga 100 kWh membuat fitur ini terasa jauh lebih besar dibandingkan power station portabel kelas atas yang hanya sekitar 2 hingga 3 kWh.

Meski begitu, V2L tetap tidak menggantikan instalasi listrik rumah. Perangkat disambungkan langsung ke mobil, bukan dialirkan ke jaringan listrik rumah, sehingga fungsinya berbeda dari vehicle to home atau V2H yang memerlukan perangkat dan pemasangan khusus.

Batas daya dan cara pemakaian

Keluaran daya V2L juga tidak tanpa batas. Pada mobil seperti Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6, daya keluaran umumnya sekitar 3,6 kW, sehingga fitur ini lebih cocok untuk beban kecil hingga menengah.

Karena itu, perangkat berdaya besar mungkin harus digunakan bergantian. Penggunaan V2L juga umumnya dilakukan saat mobil berhenti atau parkir, meski pada mobil listrik Hyundai soket di kabin masih bisa dipakai ketika mobil berjalan.

Sementara itu, adaptor yang terhubung ke port luar hanya berfungsi saat mobil dalam keadaan berhenti. Batas ini dibuat agar penyaluran daya tetap aman dan sesuai fungsi yang disediakan pabrikan.

Sistem pengaman baterai

Pengguna dapat menyetel batas pemakaian baterai melalui layar head unit. Pada Hyundai dan Chery, rentangnya ada di 20 hingga 80 persen, lalu penyaluran daya akan berhenti otomatis ketika batas itu tercapai.

Auto2000 menjelaskan bahwa seluruh proses ini diatur oleh Battery Management System atau BMS. Sistem tersebut menjaga kestabilan tegangan, mengontrol batas daya, dan mencegah baterai kepanasan akibat pemakaian berlebih.

Setiap daya yang dipakai untuk perangkat elektronik juga mengurangi energi yang tersedia untuk berkendara. Karena itu, V2L paling tepat dipahami sebagai penolong sementara saat listrik padam, bukan sumber listrik utama untuk rumah.

Source: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait