Mobil Listrik Kolaborasi ByteDance, Seres, dan CATL Ini Dibidik Mulai Rp263 Juta

Author: Redaksi Android62

Harga yang dipasang untuk crossover listrik baru dari ekosistem ByteDance dan Seres langsung menarik perhatian. Model ini disiapkan di kisaran 100.000 hingga 150.000 Yuan, atau sekitar Rp263 juta sampai Rp395 jutaan.

Di balik angka itu, proyek ini juga membawa kombinasi yang tidak biasa. TikTok ikut terseret melalui afiliasi induknya, ByteDance, bersama Seres, Volcano Engine, dan CATL dalam satu pengembangan mobil listrik baru di Tiongkok.

Kolaborasi yang menggabungkan mobil, AI, dan baterai

Kerja sama ini berangkat dari kesepakatan Seres dengan dua perusahaan teknologi, yakni Volcano Engine dan ByteDance. Dari situ lahir perusahaan patungan bernama Chongqing Saidou Technology, yang sebelumnya dikenal sebagai Chongqing Landian Technology.

CATL juga ikut masuk dalam struktur proyek tersebut. Kehadiran perusahaan baterai besar ini menambah bobot pada pengembangan mobil listrik yang sedang disiapkan.

Model perdana yang digarap perusahaan patungan itu disebut akan meluncur tahun ini. Walau detail teknisnya belum dibuka, arah pengembangannya sudah mengarah pada kendaraan yang bukan hanya mengandalkan tenaga listrik, tetapi juga pengalaman digital yang lebih kuat.

Crossover listrik untuk pasar yang lebih luas

Mobil pertama dari proyek ini disiapkan dalam format crossover EV bertenaga listrik murni. Ada pula kemungkinan hadirnya varian REEV, meski rincian teknisnya belum diumumkan lebih lanjut.

Pilihan crossover membuat model ini relevan untuk pasar yang cukup luas. Segmen tersebut juga sejalan dengan target konsumen yang dibidik, yaitu pembeli mobil pemula dan konsumen muda dengan mobilitas tinggi.

Dengan banderol harga yang relatif terjangkau, proyek ini tampak diarahkan ke pasar massal. Posisi itu membuatnya masuk ke segmen yang kompetitif, bukan hanya menyasar pembeli di kelas premium.

AI jadi nilai pembeda

Peran Volcano Engine membuat mobil baru ini diperkirakan punya porsi besar pada fungsi berbasis AI. Perusahaan itu juga disebut sedang intensif mengembangkan produk yang nantinya akan disebut Automotive Brain.

Arah pengembangan tersebut menunjukkan bahwa proyek ini tidak berhenti pada elektrifikasi. Salah satu janji yang menonjol adalah sistem swakemudi yang lebih canggih dibanding yang sudah ada saat ini.

Volcano juga telah menyiapkan cloud storage mutakhir. Infrastruktur ini bisa menjadi fondasi untuk pengolahan data kendaraan dan pengembangan fitur pintar yang lebih luas.

Landian disiapkan untuk pasar domestik dan ekspor

Nama jenama yang akan dipakai untuk pemasaran disebut Landian. Merek ini tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik Tiongkok, tetapi juga disiapkan untuk ekspor.

Seres berperan sebagai pihak yang membangun kendaraan tersebut. Sementara itu, mitra teknologinya mengisi sisi kecerdasan buatan, komputasi, dan kemungkinan pengalaman pengguna berbasis software.

Masuknya ByteDance ke proyek seperti ini memperlihatkan arah baru ekosistem teknologi di Tiongkok. Latar belakang otomotif tidak lagi menjadi syarat mutlak ketika perusahaan teknologi, AI, komputasi awan, dan manufaktur kendaraan bisa saling melengkapi dalam satu produk.

Bagi pasar, kombinasi TikTok melalui afiliasi ByteDance, Seres, Volcano Engine, dan CATL memberi daya tarik tersendiri. Publik kini menunggu sejauh mana AI dan sistem digital benar-benar menjadi pembeda utama pada mobil Landian ini.

Di Indonesia, Seres sendiri sudah dikenal lewat model yang dipasarkan di bawah merek DFSK, yaitu E1. Model tersebut menyasar segmen entry level, sehingga langkah baru di bawah nama Landian ikut menjadi perhatian, terutama jika ekspansi ke pasar ekspor benar-benar berjalan.

Source: otodriver.com
Berita Terbaru