Kenaikan harga BBM non-subsidi hingga 30 persen membuat mobil listrik di kisaran Rp 200 jutaan semakin menarik perhatian konsumen. Di segmen ini, pembeli kini bisa menemukan pilihan yang bukan hanya lebih hemat untuk mobilitas harian, tetapi juga makin beragam bentuk bodinya.
Pasar yang dulu identik dengan city car mungil sekarang turut diisi crossover dan SUV kompak listrik. Bagi keluarga yang mencari kendaraan untuk penggunaan harian maupun perjalanan saat liburan sekolah, perubahan ini memberi lebih banyak ruang memilih sesuai kebutuhan.
Model termurah yang membuka pasar
Di lapisan harga paling bawah, VinFast VF 3 menjadi salah satu opsi yang paling terjangkau. Model ini dipasarkan Rp 152 juta dengan skema sewa baterai, sedangkan versi dengan baterai non-sewa dijual Rp 192,28 juta.
DFSK Seres E1 juga tetap menjadi pilihan penting di kelas ini. Varian B-Type dibanderol Rp 189 juta, sementara varian L-Type berada di angka Rp 219 juta.
BYD Atto 1 masuk ke radar kuat di segmen ini dengan harga Rp 205 juta untuk varian Dynamic dan Rp 245 juta untuk varian Premium. Wuling Air EV pun tetap bertahan sebagai opsi populer, lewat Air EV Lite Standard Range Rp 214 juta dan Air EV Lite Long Range Rp 251 juta.
Changan Lumin melengkapi kelompok harga terjangkau dengan banderol Rp 215 juta. Model ini mengandalkan ukuran yang sangat kompak dan desain yang berbeda untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Opsi yang menawarkan kabin lebih lega
Untuk konsumen yang mengincar postur kendaraan lebih tinggi dan kabin lebih lapang, pasar menyediakan pilihan di rentang Rp 230 jutaan hingga Rp 280 jutaan. Geely EX2 menjadi salah satu nama yang menonjol melalui varian Pro seharga Rp 239,9 juta dan varian Max Rp 269,9 juta.
Jaecoo J5 EV Standard dipasarkan Rp 279,9 juta dan menawarkan pendekatan crossover kompak. Di sisi lain, VinFast VF 5 hadir dengan harga Rp 212 juta untuk skema sewa baterai dan Rp 272,35 juta untuk pembelian baterai penuh.
VinFast VF e34 juga tersedia untuk konsumen yang menginginkan dimensi crossover lebih besar. Model ini tercatat dijual Rp 283 juta dengan skema sewa baterai.
BYD Atto 1 dan Changan Lumin sama-sama punya karakter kuat
BYD Atto 1 menjadi salah satu model yang paling banyak mendapat perhatian karena menawarkan konfigurasi lima penumpang dan dimensi yang relatif lebih besar untuk ukuran city car listrik. Mobil ini dibekali baterai LFP 30,08 kWh hingga 38,88 kWh, dengan jarak tempuh varian tertinggi diklaim mencapai 380 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Kombinasi itu membuat Atto 1 dinilai cocok untuk kebutuhan keluarga. Namun karena masih tergolong model baru, calon pembeli disarankan memastikan estimasi waktu pengiriman unit sebelum memesan.
Berbeda dengan Atto 1, Changan Lumin mengandalkan ukuran yang sangat kompak. Baterainya berkapasitas 28,08 kWh dan jarak tempuhnya diklaim mencapai 301 kilometer menurut pengujian NEDC.
Daftar harga mobil listrik kisaran Rp 200 jutaan per Juni 2026
| Merek | Model | Harga |
|---|---|---|
| BYD | Atto 1 Dynamic | Rp 205 juta |
| BYD | Atto 1 Premium | Rp 245 juta |
| Changan | Lumin | Rp 215 juta |
| Geely | EX2 Pro | Rp 239,9 juta |
| Geely | EX2 Max | Rp 269,9 juta |
| Jaecoo | J5 EV Standard | Rp 279,9 juta |
| DFSK | Seres E1 B-Type | Rp 189 juta |
| DFSK | Seres E1 L-Type | Rp 219 juta |
| VinFast | VF 3 (sewa baterai) | Rp 152 juta |
| VinFast | VF 3 | Rp 192,28 juta |
| VinFast | VF 5 (sewa baterai) | Rp 212 juta |
| VinFast | VF 5 | Rp 272,35 juta |
| VinFast | VF e34 (sewa baterai) | Rp 283 juta |
| Wuling | Air EV Lite Standard Range | Rp 214 juta |
| Wuling | Air EV Lite Long Range | Rp 251 juta |
Daftar itu menunjukkan persaingan mobil listrik murah di Indonesia kian padat. Konsumen kini bisa menimbang harga termurah, bodi ringkas untuk kota, atau model crossover yang memberi ruang kabin lebih besar sesuai kebutuhan.
Source: otomotif.kompas.com






