Mesir datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban sejarah yang cukup panjang. Dari empat kali tampil di putaran final, mereka belum pernah melewati fase gugur, dan itulah misi besar yang kini dibawa ke Amerika Utara.
Harapan itu kembali bertumpu pada skuad yang tampil solid di kualifikasi zona Afrika. Mesir lolos sebagai juara Grup A setelah mencatat delapan kemenangan dan dua hasil imbang, sebuah modal yang membuat mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Laju mulus di kualifikasi juga menegaskan kembalinya Mesir ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah absen di Piala Dunia 2022 di Qatar. Perjalanan menuju putaran final kali ini menunjukkan dominasi yang jelas di jalur CAF, sekaligus menghidupkan lagi ekspektasi publik mereka.
Meski begitu, jalan menuju babak 16 besar tidak akan mudah. Mesir harus bersaing di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru, kombinasi yang membuat setiap pertandingan terasa penting sejak awal.
Di atas kertas, komposisi grup itu menuntut efisiensi tinggi dari Mesir. Peluang tetap terbuka, tetapi mereka perlu memaksimalkan pengalaman dan menjaga permainan tetap efektif bila ingin menembus fase gugur untuk pertama kalinya.
Salah tetap jadi pusat harapan
Mohamed Salah masih menjadi nama paling besar dalam skuad Mesir. Penyerang yang baru meninggalkan Liverpool itu juga punya peluang mencatat rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Mesir.
Saat ini, Salah hanya berjarak dua gol dari rekor 69 gol milik Hossam Hassan. Di Piala Dunia 2018, ia sudah mencetak dua gol, sehingga ekspektasi terhadap kontribusinya di Amerika Utara kembali sangat tinggi.
Dukungan kepada Salah datang dari lini serang yang cukup berpengalaman. Omar Marmoush tampil impresif bersama Manchester City, sementara Mahmoud Hassan Trezeguet masuk sebagai salah satu pemain paling senior di dalam skuad.
Kreativitas Mesir di lini tengah diproyeksikan bertumpu pada Emam Ashour. Di belakang, Mohamed El-Shenawy tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar dan menjaga struktur tim dari lini terakhir.
Skuad berpengalaman dan target yang belum berubah
Mesir membawa campuran pemain senior dan talenta muda ke turnamen ini. Di bawah arahan Hossam Hassan, mereka tetap membidik pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya, yaitu lolos dari fase grup.
Hossam Hassan sendiri punya status yang unik karena merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Mesir. Namun, rekam jejaknya sebagai pelatih belum terlalu menonjol karena belum pernah meraih gelar juara saat menangani sembilan klub dan dua tim nasional.
Meski demikian, penunjukannya pada 2024 mendapat dukungan luas. Sosoknya dinilai memahami identitas sepak bola Mesir dan dianggap mampu menjaga karakter tim di turnamen besar.
Daftar penjaga gawang Mesir untuk Piala Dunia 2026 berisi Mohamed El Shenawy, Mostafa Shobeir, dan Mohamed Alaa. Lini belakang diisi antara lain Mohamed Hani, Rami Rabia, Mohamed Abdelmonem, Ahmed Fotouh, dan Karim Hafez.
Di lini tengah, Mesir memiliki Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Nabil Emad, Mahmoud Saber, Ahmed Zizo, Emam Ashour, Mostafa Ziko, Mahmoud Hassan Trezeguet, Ibrahim Adel, dan Haissem Hassan. Untuk sektor depan, mereka mengandalkan Mohamed Salah, Omar Marmoush, Aqtay Abdallah, dan Hamza Abdelkarim.
Jejak panjang di Piala Dunia
Mesir punya sejarah istimewa sebagai negara Afrika pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia, tepatnya pada 1934 di Italia. Namun, debut itu langsung berakhir setelah mereka kalah dari Hungaria.
Setelah itu, mereka baru kembali tampil 56 tahun kemudian pada edisi 1990. Pada turnamen tersebut, Mesir lagi-lagi berhenti di fase grup, meski sempat menahan imbang Belanda dan memperlihatkan kemampuan memberi perlawanan di panggung besar.
Penampilan terbaru sebelum 2026 terjadi di Piala Dunia 2018 di Rusia. Hasilnya tetap sama karena Mesir kembali tersingkir di babak penyisihan grup, sehingga perjuangan kali ini membawa beban sekaligus harapan yang jauh lebih besar.
Mesir dijadwalkan memulai langkah di Grup G dengan menghadapi Belgia di Seattle pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. Setelah itu, mereka melawan Selandia Baru di Vancouver pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 02.00 WIB, lalu menutup fase awal kontra Iran di Seattle pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.
Source: kalbar.antaranews.com