Persepolis Tinggalkan Jejak Abadi, Marjane Satrapi Meninggal Di Usia 56 Tahun

Author: Redaksi Android62

Kepergian Marjane Satrapi pada usia 56 tahun meninggalkan duka yang luas, bukan hanya di dunia sastra, tetapi juga di ranah film dan gerakan sosial. Nama penulis Prancis-Iran ini selama bertahun-tahun identik dengan keberanian berbicara tentang identitas, kebebasan, dan pengalaman perempuan.

Kabar wafatnya Satrapi telah dikonfirmasi oleh Istana Élysée di Paris, Prancis. Presiden Prancis Emmanuel Macron turut memberi penghormatan dengan menyebutnya sebagai “seniman hebat yang mengubah masa kecil seorang warga Iran menjadi sebuah dongeng universal”.

Satrapi paling dikenal lewat novel grafis semi-autobiografi Persepolis. Karya itu menjadi best-seller dan membawa pembaca masuk ke masa kecilnya di Teheran, saat aturan ketat diberlakukan oleh kepemimpinan Islam Iran setelah revolusi 1979.

Daya tarik Persepolis tidak berhenti sebagai kisah personal. Cerita tersebut berkembang menjadi refleksi yang lebih luas tentang tumbuh besar di tengah tekanan politik, perubahan sosial, dan pencarian jati diri.

Popularitas buku itu semakin meluas setelah diadaptasi ke layar lebar. Film Persepolis diputar di Cannes pada 2007 dan kemudian masuk nominasi Oscar 2008.

Suara yang konsisten membela perempuan

Di luar reputasinya sebagai penulis, Satrapi juga dikenal sebagai aktivis yang lantang memperjuangkan hak perempuan. Ia kerap menggunakan karya-karyanya untuk menyampaikan penolakan terhadap rezim dan menyuarakan perlawanan.

Salah satu sikap paling jelas terlihat dalam kumpulan cerita bergambar bertema protes Woman, Life, Freedom pada 2022. Karya itu hadir setelah kematian Mahsa Amini, yang ditangkap polisi karena tidak mengenakan hijab dengan benar.

Sikap vokalnya membuat Satrapi tidak lepas dari ancaman. Dalam pernyataan yang dikutip BBC, ia pernah mengatakan, “Saya disebut pembohong dan mata-mata. Saya belajar dalam hidup untuk tidak takut.”

Duka yang menyertai akhir hidupnya

Orang terdekat Satrapi menyebut ia meninggal karena kesedihan, sedikit lebih dari setahun setelah kematian Mattias Ripa. Ripa adalah suaminya sekaligus cinta dalam hidupnya, dan ia meninggal pada 8 April 2025.

Jejak kehilangan itu juga tampak di akun Instagram Satrapi. Di sana terdapat unggahan bertuliskan “For I lost the love of my life” serta potret suaminya.

Warisan Satrapi kini melampaui satu buku atau satu film. Ia dikenang sebagai seniman yang menjadikan pengalaman pribadi sebagai ruang untuk bersuara, sekaligus memberi tempat bagi cerita-cerita yang kerap dibungkam.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru