Mojtaba Khamenei Minta PHK Dihindari, Dorong Warga Iran Prioritaskan Produk Dalam Negeri

Author: Redaksi Android62

Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei meminta masyarakat Iran untuk lebih memilih produk lokal dan menahan gelombang pemutusan hubungan kerja sejauh mungkin. Seruan itu ia kaitkan langsung dengan upaya menjaga kekuatan ekonomi nasional, terutama melalui perlindungan terhadap buruh di sektor produksi dan jasa.

Dalam pesannya, Khamenei menilai setiap buruh perlu dipandang sebagai aset bagi unit usaha, bukan beban biaya. Ia juga meminta pemilik usaha yang terdampak untuk sebisa mungkin menghindari pemisahan tenaga kerja, karena langkah itu dianggap penting agar lapangan kerja tetap terjaga.

Khamenei menempatkan buruh sebagai elemen yang sangat efektif dalam perang ekonomi. Di saat yang sama, ia menyebut guru sebagai mata rantai paling efektif dalam perang budaya, sehingga keduanya sama-sama ia pandang sebagai penopang utama kemajuan negara.

Menurut Khamenei, penghormatan kepada guru dan buruh tidak cukup berhenti pada ucapan seremonial. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada dua sayap, yakni ilmu dan amal, yang tercermin dalam peran guru dan buruh.

Ia menjelaskan bahwa peran guru dimulai sejak tahap paling awal pembentukan murid. Tugas itu mencakup pengajaran pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta pembentukan wawasan dan identitas generasi penerus.

Khamenei juga menyoroti dampak jangka panjang seorang guru terhadap murid, mahasiswa, dan santri. Menurutnya, karakter, perilaku, dan ucapan para peserta didik kelak dapat menjadi cerminan dari apa yang mereka serap dari gurunya.

Sementara itu, ruang kerja menurut Khamenei tidak terbatas pada pabrik atau kantor. Ia menggambarkannya sebagai arena luas yang mencakup rumah, kantor, unit usaha, masjid, ladang, bengkel, tambang, hingga berbagai layanan jasa.

Dalam pandangannya, kemajuan negara akan lebih terjamin jika ruang kerja itu dipenuhi kerja keras dan komitmen. Dua unsur tersebut ia sebut sebagai pilar utama dari setiap keberhasilan besar.

Khamenei menilai seorang buruh yang berkomitmen dapat mencapai kedudukan terhormat. Ia menyamakan penghormatan kepada buruh dengan penghormatan kepada guru yang penuh kasih, sebagai bentuk rasa syukur atas kerja dan keterampilan mereka.

Dorongan untuk membeli produk dalam negeri menjadi bagian penting lain dari pesannya. Khamenei menilai kebiasaan itu sejalan dengan upaya memperkuat hasil kerja buruh Iran dan menjaga keberlanjutan produksi.

Ia juga mendorong pemerintah untuk mendukung langkah tersebut sesuai kemampuan yang ada. Dukungan itu dinilai penting agar upaya menjaga lapangan kerja tidak hanya bergantung pada pelaku usaha, tetapi juga mendapat sokongan kebijakan.

Di sisi lain, Khamenei menekankan bahwa penghormatan terhadap guru dan buruh harus hadir dalam tindakan nyata. Ia menyebut dukungan publik kepada dua kelompok itu semestinya tidak berhenti pada peringatan tahunan atau pujian lisan.

Ia menggambarkan bahwa masyarakat Iran pernah menunjukkan dukungan kepada personel militer di berbagai tempat dan jalan. Menurutnya, bentuk perhatian serupa juga layak diberikan kepada guru dan buruh dalam kehidupan sehari-hari.

Khamenei turut menyinggung pentingnya keterlibatan keluarga siswa dan mahasiswa dalam pengelolaan sekolah serta universitas. Baginya, hubungan yang lebih erat antara lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan dapat memperkuat proses pembentukan generasi muda.

Pada bagian akhir pesannya, Khamenei mengaitkan penguatan identitas Islam-Iran dengan peran para pembimbing dan guru. Ia juga menghubungkannya dengan kebiasaan memprioritaskan konsumsi produk lokal sebagai jalan yang dapat mempercepat kemajuan dan keunggulan Iran, terutama bila didukung doa dan perantaraan Imam Zaman.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru