Mojtaba Khamenei Sebut Pangkalan Militer AS Tak Lagi Aman Di Timur Tengah, Ketegangan Memanas Lagi

Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone Amerika Serikat dan melepaskan tembakan ke beberapa pesawat lain yang mencoba memasuki wilayah udara Iran. Klaim itu muncul di tengah situasi kawasan yang masih panas, ketika Teheran dan Washington belum benar-benar lepas dari ketegangan meski ada pembicaraan yang disebut sudah menghasilkan beberapa kesepahaman.

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat menyatakan pasukannya menyerang lokasi rudal di Iran selatan. Komando itu juga menyebut kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau ikut menjadi sasaran, meski Iran belum mengonfirmasi serangan tersebut secara resmi.

Sikap keras juga datang dari Mojtaba Khamenei, yang menyampaikan peringatan langsung kepada Amerika Serikat. Dalam pesan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Selasa waktu setempat dan dikaitkan dengan Idul Adha, ia menegaskan bahwa Timur Tengah tidak lagi menjadi tempat aman bagi militer Washington.

Mojtaba menyebut situasi kawasan sudah berubah dan menilai roda waktu tidak akan berputar mundur. Ia juga mengatakan bangsa-bangsa di Timur Tengah tidak akan lagi melindungi pangkalan-pangkalan Amerika, sebuah pernyataan yang mempertegas nada konfrontatif dari Teheran.

Pesan itu juga memuat pandangan bahwa pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah mulai menyusut. Mojtaba menilai Washington semakin kehilangan pijakan di kawasan dan tidak lagi memiliki tempat aman untuk melakukan agresi maupun membangun pangkalan militer.

Di lapangan, kondisi yang belum stabil membuat setiap pernyataan keras mudah memicu kekhawatiran baru. Gencatan senjata memang berlaku sejak 8 April, tetapi situasi disebut belum sepenuhnya tenang karena sejumlah insiden masih terjadi.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran dan Washington telah mencapai beberapa kesepahaman dalam pembicaraan yang masih berlangsung. Namun, belum ada kesepakatan final yang bisa segera diumumkan, sehingga ruang ketidakpastian tetap terbuka lebar.

Pada saat yang sama, Garda Revolusi menegaskan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata oleh militer AS akan dihadapi dengan peringatan keras. Iran juga menyatakan hak untuk melakukan serangan balasan sebagai sesuatu yang sah dan akan dijalankan bila diperlukan.

Pihak Garda Revolusi tidak menjelaskan kapan insiden drone itu terjadi. Meski begitu, pesan yang mereka sampaikan menunjukkan bahwa opsi respons militer masih tetap terbuka jika Teheran menilai tekanan terhadapnya meningkat.

Kondisi ini menempatkan hubungan Iran dan Amerika Serikat dalam posisi yang masih jauh dari stabil. Di tengah komunikasi yang belum menghasilkan keputusan final, tuduhan serangan, klaim tembakan, dan ancaman balasan terus membuat Timur Tengah berada dalam situasi yang rawan.

Source: www.viva.co.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer