Monitor OLED Premium Tertukar dan Pecah, Refund Amazon Membuat Pembeli Keberatan

Kasus monitor gaming senilai $1.100 yang diterima dalam kondisi salah dan rusak memunculkan persoalan baru bagi pembeli Amazon, terutama karena proses pengembalian barang disebut tidak sederhana. Barang yang diterima bukan model yang dipesan, dan biaya kirim balik yang tinggi membuat refund terasa semakin berat.

Pengalaman ini menyoroti risiko yang masih bisa terjadi pada pembelian elektronik bernilai tinggi, meski pesanan dilakukan lewat Amazon. Saat kotak luar tampak sesuai, masalah di dalam kemasan baru diketahui ketika paket dibuka, dan pada titik itu proses penyelesaian sering kali menjadi lebih rumit.

Monitor yang diterima bukan model yang dipesan

Pembeli dengan nama akun ph9ntasy di Reddit mengatakan bahwa ia memesan ASUS ROG Swift OLED PG27AQWP-W. Monitor tersebut merupakan panel OLED 26,5 inci kelas atas dengan refresh rate 540Hz pada 1440p.

Namun, paket yang sampai justru berisi ASUS ROG Strix OLED XG27AQDMG yang rusak. Model itu memiliki refresh rate 240Hz dan menurut pengakuannya ditempatkan di dalam kotak produk yang benar.

Kondisi semacam ini membuat pemeriksaan awal menjadi sulit. Dari luar, label dan kemasan bisa saja terlihat sesuai, padahal isi barang sudah tertukar atau tidak lagi sesuai dengan pesanan.

Refund disebut mensyaratkan pengiriman kembali ke Amerika Serikat

Pembeli tersebut mengatakan bahwa monitor itu adalah komponen terakhir untuk melengkapi setup PC yang baru dirakit. Alih-alih langsung siap dipakai, ia menemukan layar dalam keadaan pecah dan tidak sesuai dengan barang yang dibeli.

Ia juga menyebut telah membayar $368 untuk mengirim monitor itu ke negaranya dan menunggu 15 hari hingga paket tiba. Setelah menghubungi Amazon, ia disebut mendapat penjelasan bahwa refund hanya bisa diproses jika barang dikembalikan ke lokasi di Amerika Serikat.

Masalah lain muncul karena biaya pengiriman balik yang ia sebut sekitar $600 tidak akan diganti oleh Amazon. Bagi pembeli internasional, beban seperti ini dapat membuat proses retur terasa jauh lebih mahal daripada nilai barang yang diterima.

Diduga terkait praktik return swap

TweakTown melaporkan kasus ini dan menyebutnya sebagai contoh lain dari pesanan elektronik bernilai tinggi yang terdampak masalah return swap. Dalam skema seperti itu, barang mahal dibeli lalu dikembalikan dengan isi yang lebih murah atau bahkan rusak.

Barang retur kemudian bisa masuk kembali ke inventaris dan terkirim ke pembeli berikutnya. Celah semacam ini menjadi lebih sensitif pada produk premium karena kemasan luar dapat tetap terlihat sah meski isi di dalamnya sudah tidak sesuai.

Pembeli tersebut juga menegaskan bahwa pesanan dibeli langsung dari Amazon, bukan melalui penjual pihak ketiga. Bagi banyak konsumen, detail itu penting karena pembelian langsung kerap dianggap lebih aman dari risiko barang bekas, rusak, atau tertukar.

Kasus ini ikut mengingatkan pembeli untuk lebih teliti saat menerima barang mahal. Dokumentasi label pengiriman, segel pabrik, kotak, nomor seri, dan proses unboxing sejak awal dapat membantu jika isi paket ternyata tidak sesuai dengan pesanan.

Berita Terkait