Harga Emas Antam Masih Dalam Rentang Labil, Peluang Tembus Rp 3,1 Juta Tetap Terbuka

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih berada dalam fase yang mudah berubah, dengan ruang pergerakan yang kini dipantau di kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 3,1 juta per gram. Di tengah kondisi itu, peluang menuju level Rp 3,1 juta per gram memang terbuka, tetapi tekanan ke area bawah juga belum hilang.

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar emas masih sangat dipengaruhi dinamika global dan sentimen yang datang dari luar pasar domestik. Karena itu, arah harga emas Antam dalam jangka pendek belum menunjukkan pola yang benar-benar mantap, sehingga pergerakannya masih berpotensi naik dan turun secara cepat.

Level yang sedang diperhatikan pasar

Dalam pemetaan teknikal yang disorot Ibrahim, support pertama berada di Rp 2,8 juta per gram jika harga emas Antam melemah. Jika tekanan jual terus berlanjut, area support berikutnya bahkan bisa bergeser ke bawah Rp 2,8 juta per gram.

Di sisi atas, ruang penguatan juga masih tersedia. Resistance pertama diproyeksikan di Rp 2,898 juta per gram, sementara resistance kedua berada di Rp 3,1 juta per gram.

Susunan level tersebut menunjukkan pasar masih mencari arah. Selama sentimen eksternal belum berubah secara berarti, harga emas Antam dinilai tetap rawan bergerak dalam rentang yang cukup lebar.

Pergerakan terakhir masih fluktuatif

Harga emas batangan Antam tercatat bertahan di level Rp 2,884 juta per gram pada Minggu (19/4/2026). Posisi ini muncul setelah harga sempat bergerak menguat pada perdagangan sebelumnya.

Pada Sabtu (18/4/2026), harga emas Antam naik Rp 16.000 menjadi Rp 2,884 juta per gram. Kenaikan itu terjadi setelah sebelumnya pasar lebih dulu mencatat koreksi.

Sebelum penguatan tersebut, pada Jumat (17/4/2026), harga emas Antam turun hingga Rp 20.000 dan berada di level Rp 2,868 juta per gram. Rangkaian perubahan ini memperlihatkan bahwa harga emas masih sangat sensitif terhadap perubahan minat beli dan aksi jual.

Sentimen global masih memegang peran utama

Naik-turunnya harga dalam beberapa perdagangan terakhir menegaskan bahwa emas Antam belum menemukan pijakan yang stabil. Arah harga masih mengikuti respons pasar terhadap faktor eksternal yang memengaruhi selera risiko dan keputusan investor.

Selama sentimen global belum mereda, peluang menuju target yang lebih tinggi tetap ada. Namun, pada saat yang sama, pasar juga masih membuka ruang untuk koreksi ketika pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan.

Kondisi seperti ini membuat emas Antam cenderung labil dalam perdagangan jangka pendek. Perubahan kecil pada sentimen pun bisa memicu pergerakan yang cukup cepat di dalam rentang harga yang sudah dipantau.

Apa arti rentang Rp 2,8 juta sampai Rp 3,1 juta per gram?

Rentang tersebut menjadi acuan untuk membaca peluang arah berikutnya. Jika tekanan jual membesar, harga berisiko mendekati support utama di Rp 2,8 juta per gram.

Sebaliknya, bila minat beli kembali kuat, harga berpeluang melewati resistance awal di Rp 2,898 juta per gram. Dari sana, jalan menuju Rp 3,1 juta per gram masih tetap terbuka sebagai skenario yang diperhitungkan.

Dengan kondisi yang belum stabil, pelaku pasar cenderung menunggu sinyal yang lebih jelas dari arah sentimen global. Selama sinyal itu belum muncul, harga emas Antam masih diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kemungkinan uji level atas maupun penurunan ke area bawah.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait