Motor Listrik Bisa Hemat hingga Rp5 Juta Setahun, Big Skutik Tertinggal

Author: Redaksi Android62

Penggunaan motor listrik untuk jarak 15.000 kilometer setahun berpotensi menghemat biaya energi lebih dari Rp3 juta hingga Rp5 juta dibandingkan big skutik bensin. Selisih tersebut muncul karena biaya pengisian daya di rumah jauh lebih rendah daripada pengeluaran bahan bakar.

Dalam simulasi penggunaan sepanjang 2026, biaya energi skuter listrik premium diperkirakan berada pada kisaran Rp700 ribu sampai Rp1,3 juta per tahun. Pada jarak yang sama, pengguna big skutik bensin dapat mengeluarkan Rp4,5 juta hingga Rp6 juta hanya untuk bahan bakar.

Selisih biaya energi dalam setahun

Aspek Big Skutik Bensin Skuter Listrik Premium
Contoh model Honda PCX 160, Yamaha NMAX 155 ALVA Cervo, Polytron Fox-S
Kebutuhan energi 40-45 km per liter 2-4 kWh per 100 km
Biaya energi per tahun Rp4,5 juta-Rp6 juta Rp700 ribu-Rp1,3 juta
Jarak simulasi 15.000 km per tahun 15.000 km per tahun

Big skutik bensin seperti Honda PCX 160 dan Yamaha NMAX 155 umumnya mencatat konsumsi 40 hingga 45 kilometer per liter. Untuk menempuh 15.000 kilometer, kendaraan jenis ini membutuhkan sekitar 330 hingga 375 liter bensin dalam setahun.

Skuter listrik premium seperti ALVA Cervo dan Polytron Fox-S memerlukan sekitar 2 hingga 4 kWh energi untuk setiap 100 kilometer. Perhitungan biaya pengisian mengacu pada pengisian daya di rumah dan dapat berubah mengikuti tarif listrik di masing-masing daerah.

Perawatan turut menentukan pengeluaran

Biaya operasional kendaraan bensin tidak hanya berasal dari pembelian bahan bakar. Pemilik masih perlu menyiapkan anggaran untuk oli mesin, oli gardan, filter udara, busi, serta pemeriksaan CVT.

Servis rutin big skutik bensin dapat memerlukan biaya sekitar Rp800 ribu hingga Rp2 juta setahun. Nominalnya dipengaruhi intensitas pemakaian serta jenis perawatan yang harus dilakukan.

Motor listrik tidak menggunakan oli mesin, busi, maupun filter udara sehingga struktur mekanisnya lebih sederhana. Perawatan berkala lebih banyak mencakup rem, ban, suspensi, perangkat lunak, dan sistem kelistrikan.

Biaya perawatan motor listrik cenderung lebih rendah, tetapi baterai tetap menjadi komponen yang harus diperhatikan. Usia baterai dan siklus pengisian perlu dipertimbangkan, termasuk ketentuan garansi yang berbeda pada setiap produsen.

Kebutuhan perjalanan tetap menjadi penentu

Penghematan besar tidak otomatis membuat skuter listrik menjadi pilihan paling tepat untuk semua pengguna. Big skutik bensin masih unggul dalam kecepatan pengisian bahan bakar dan dukungan jaringan SPBU yang luas.

Keunggulan tersebut penting bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan antarkota atau memiliki mobilitas tinggi. Pengisian bensin dapat dilakukan dalam hitungan menit tanpa perlu menunggu proses pengisian daya.

Skuter listrik lebih sesuai untuk rute perkotaan dengan jarak harian pendek hingga menengah. Pengendara dapat mengisi daya pada malam hari agar kendaraan siap digunakan pada pagi berikutnya.

Data teknis produsen serta keterangan Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM menunjukkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus didorong melalui infrastruktur pengisian dan industri nasional. Sebelum membeli, pengguna juga perlu menghitung nilai jual kembali, asuransi, harga suku cadang, dan ketersediaan layanan purna jual.

Berita Terbaru