Motor Listrik Makin Menggoda Ojol, Biaya Harian Bisa Turun Tanpa Waktu Cas Lama

Motor listrik kini mulai dipandang sebagai alat kerja yang masuk akal bagi pengemudi ojek online karena biaya operasional hariannya bisa turun cukup jauh. Selisih itu muncul dari biaya energi yang lebih rendah, servis yang lebih ringan, dan opsi tukar baterai yang memangkas waktu berhenti di jalan.

Untuk pengemudi yang mengejar banyak order dalam sehari, tiga hal tersebut langsung memengaruhi pendapatan bersih. Di tengah tarif yang ketat dan harga BBM yang bergerak naik-turun, efisiensi menjadi alasan utama mengapa motor listrik makin dilirik.

Selisih biaya yang paling terasa

Perbandingan biaya energi menjadi daya tarik paling kuat. Untuk jarak 100 kilometer, motor bensin 125 cc berada di kisaran Rp40.000-Rp50.000, sedangkan motor listrik dengan sistem swap atau cas disebut berada di kisaran Rp15.000-Rp20.000.

Penghematan juga muncul pada perawatan rutin. Motor listrik tidak memerlukan ganti oli mesin, busi, filter, atau perawatan transmisi yang lebih rumit, sehingga beban servis bulanan bisa ditekan hingga 70%.

Selain itu, pajak tahunan juga disebut lebih ringan. STNK motor bensin berada di kisaran Rp250.000-Rp350.000, sementara motor listrik disebut sangat murah karena adanya insentif pemerintah.

Model yang banyak dipertimbangkan untuk kerja harian

Sejumlah model sudah masuk radar pengemudi ojol karena dianggap cocok untuk mobilitas harian. ALVA Cervo dan ALVA One misalnya, punya bodi bongsor seperti motor matik premium dan dek kaki yang luas untuk membawa barang belanjaan.

Untuk kebutuhan yang lebih berat, ALVA juga dibekali fitur Boost. Fitur ini berguna saat melewati tanjakan curam atau ketika membawa penumpang dengan bobot besar.

Dari sisi jarak tempuh, ALVA disebut cukup kompetitif. Dengan dua baterai, motor ini mampu menempuh hingga 125 kilometer, angka yang penting bagi pengemudi dengan ritme order padat.

Polytron Fox-R menjadi opsi lain yang menonjol di segmen ini. Popularitasnya didukung skema sewa baterai, sehingga pengguna tidak perlu terlalu khawatir soal penurunan performa baterai di masa depan.

Untuk pengantaran jarak jauh, Fox-R menawarkan daya jelajah yang menarik. Sekali isi daya, motor ini diklaim mampu menempuh 130 kilometer dengan kecepatan maksimal hingga 90 km/jam.

Karakter itu membuat Fox-R cocok untuk pengantaran makanan atau perjalanan antarkawasan yang menuntut mobilitas lebih tinggi. Pengemudi yang sering berpindah area bisa memanfaatkan jangkauan dan tenaga yang lebih besar ini.

Gesits G1 juga tetap menjadi nama yang relevan karena sudah lebih dulu dikenal di banyak kota besar. Model ini disebut telah banyak dipakai armada ojol, sehingga rekam jejaknya di lapangan lebih mudah dilihat.

Nilai jual utamanya ada pada durabilitas bodi dan motor penggerak yang disebut sudah teruji di jalanan Indonesia. Penggunaan sistem belt drive juga memberi sensasi berkendara yang lebih dekat dengan motor matik konvensional.

Keuntungan lain ada pada layanan purna jual. Suku cadang dan dukungan servis Gesits disebut relatif lebih mudah ditemukan, faktor yang penting bagi pengemudi yang tidak bisa terlalu lama berhenti bekerja.

Sementara itu, Smooth Zuzu dan Smooth Tempesta menawarkan pendekatan berbeda melalui ekosistem SWAP Energi. Model ini cocok bagi pengemudi yang tidak ingin repot mengisi daya sendiri di rumah atau di lokasi lain.

Sistemnya berbasis swap baterai gratis, dengan pengguna hanya membayar kuota kilometer yang dipakai. Stasiun penukarannya juga disebut sudah tersebar di ribuan titik, termasuk di Alfamidi, Shell, dan BP.

Bagi ojol, model seperti ini memberi keunggulan yang sangat praktis. Masuk ke stasiun, tukar baterai, lalu kembali menerima order dalam hitungan detik membuat waktu tunggu nyaris nol.

Hal yang perlu dicek sebelum beralih

Meski terlihat menarik, pilihan motor listrik tetap perlu disesuaikan dengan wilayah kerja harian. Ketersediaan swap station di area operasional menjadi faktor penting agar pengemudi tidak kesulitan saat baterai habis.

Kenyamanan juga tidak boleh diabaikan. Pengemudi yang berada di atas motor selama 8 sampai 10 jam sehari perlu memperhatikan jok, posisi berkendara, dan karakter suspensi agar tubuh tidak cepat lelah.

Modal awal pembelian bisa lebih ringan bila unit masuk program subsidi pemerintah. Potongan subsidi Rp7 juta dapat membantu calon pembeli saat beralih dari motor bensin ke motor listrik.

Dengan biaya energi yang lebih rendah, servis yang lebih sederhana, serta opsi swap baterai yang cepat, motor listrik kini semakin relevan sebagai alat kerja ojol. Pilihan modelnya pun sudah beragam, mulai dari yang menonjolkan jarak tempuh, ruang angkut, sampai kemudahan akses jaringan penukaran baterai.

Berita Terkait