5 Mobil Bekas Ini Tetap Aman Minum Pertalite, Biaya Harian Lebih Ringan

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat mobil bekas bermesin kecil kembali dilirik sebagai opsi harian yang lebih hemat. Di tengah situasi itu, sejumlah model masih dinilai aman menggunakan Pertalite dan menawarkan biaya kepemilikan yang lebih bersahabat.

Pilihan seperti ini penting bagi pembeli yang ingin menekan pengeluaran tanpa harus kehilangan fungsi mobil keluarga atau mobil kota. Pasar mobil bekas masih menyediakan banyak unit dengan harga puluhan juta rupiah, sementara konsumsi bahan bakarnya tetap relatif efisien.

Avanza dan Xenia masih jadi andalan keluarga

Toyota Avanza 1.3 keluaran 2010-2012 tetap menjadi nama yang sering diburu karena perawatan mudah, suku cadang melimpah, dan nilai jual kembali yang relatif stabil. Mesin 1.300 cc-nya dinilai cukup efisien untuk kebutuhan mobilitas keluarga sehari-hari, meski karakter suspensinya masih terasa agak limbung saat melaju cepat.

Di pasar mobil bekas, Avanza 1.3 tahun 2010-2012 berada di kisaran Rp75 juta hingga Rp85 jutaan. Rentang ini membuatnya tetap kompetitif bagi pembeli yang mencari MPV fungsional dengan biaya pemakaian yang tidak terlalu berat.

Daihatsu Xenia 1.3 keluaran 2010-2012 menjadi alternatif terdekat dengan karakter yang serupa. Kabinnya cukup lega, biaya perawatannya relatif murah, dan suku cadangnya juga mudah ditemukan.

Xenia memang tidak dirancang untuk performa agresif, tetapi kemampuannya sudah memadai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan bersama keluarga. Harga bekasnya berada di kisaran Rp70 juta hingga Rp80 jutaan, sehingga menempatkannya sebagai salah satu pilihan paling ekonomis di segmen ini.

Hatchback kompak untuk lalu lintas kota

Honda Brio Satya keluaran 2016-2018 cocok bagi pengguna yang lebih sering bergerak di wilayah perkotaan. Mobil ini banyak dicari karena handling yang lincah, konsumsi BBM yang efisien, dan desain yang masih terlihat modern.

Karakter tersebut membuat Brio Satya terasa pas untuk jalanan padat dan kebutuhan parkir yang serba sempit. Di pasar mobil bekas, model ini umumnya ditawarkan pada kisaran Rp85 juta hingga Rp95 jutaan.

Nissan March keluaran 2015-2017 juga masuk dalam daftar mobil kompak yang layak dipertimbangkan. Dimensinya ringkas, mudah bermanuver di jalan sempit, dan radius putarnya kecil sehingga lebih praktis untuk penggunaan harian.

Selain itu, Nissan March menawarkan kenyamanan berkendara yang cukup baik untuk kelasnya. Harga bekasnya berada di kisaran Rp80 juta hingga Rp95 jutaan, sejajar dengan city car dan hatchback bekas lain yang mengejar efisiensi pemakaian.

Opsi termuda dengan mesin paling kecil

Suzuki S-Presso keluaran 2020-2021 hadir sebagai opsi paling muda dalam daftar ini. Mobil ini mengusung konsep city car bergaya SUV, sehingga memberi kesan berbeda bagi pembeli yang ingin mobil kompak dengan posisi duduk lebih tinggi.

S-Presso mengandalkan mesin 1.000 cc yang dikenal efisien dalam konsumsi bahan bakar. Posisi duduk yang cukup tinggi juga memberi visibilitas lebih baik bagi pengemudi saat menghadapi lalu lintas harian.

Di pasar mobil bekas, Suzuki S-Presso tahun 2020-2021 bisa ditemukan pada kisaran Rp85 juta hingga Rp90 jutaan. Dengan usia yang lebih muda dan mesin kecil, model ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang mengejar efisiensi sekaligus kepraktisan.

Secara umum, lima model tersebut menunjukkan bahwa mobil bekas bermesin kecil masih relevan di tengah mahalnya harga BBM. Pembeli tinggal menyesuaikan kebutuhan, apakah lebih memprioritaskan kabin lega untuk keluarga, bodi ringkas untuk kota, atau unit yang lebih muda dengan konsumsi bahan bakar hemat.

Source: www.suara.com

Berita Terkait