Populasi motor listrik di Indonesia kini sudah menembus 236.451 unit per Februari 2026. Angka itu memang terus naik, tetapi masih sangat kecil jika dibandingkan dengan sekitar 140 juta motor bensin yang masih mendominasi jalanan Tanah Air.
Kenaikan tersebut menunjukkan roda dua listrik mulai punya tempat di pasar domestik. Namun, jaraknya dengan motor bensin masih terlalu jauh untuk mengubah peta kendaraan secara cepat.
Pertumbuhan yang berlapis dalam beberapa tahun
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan kenaikan populasi motor listrik berlangsung konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2020, jumlahnya baru 3.357 unit, lalu meningkat menjadi 13.903 unit pada 2021 dan 31.101 unit pada 2022.
Lompatan paling terasa terjadi pada 2023 saat populasinya naik ke 93.510 unit. Setelah itu, jumlahnya kembali bertambah menjadi 170.588 unit pada 2024 dan mencapai 229.820 unit pada 2025.
Jika dihitung dalam tiga tahun terakhir, kenaikannya nyaris 200 ribu unit. Pergerakan itu menandakan pasar motor listrik tumbuh lebih serius, meski skalanya masih belum besar.
Dorongan kebijakan ikut memacu pasar
Percepatan adopsi motor listrik sempat ditopang subsidi pemerintah. Pada 2022 hingga 2024, konsumen mendapat bantuan Rp 7 juta per unit untuk pembelian motor listrik.
Kebijakan itu membuat transaksi bergerak lebih cepat di fase awal pertumbuhan pasar. Meski begitu, laju pasar tetap belum cukup kuat untuk mendekati dominasi motor bensin yang jumlahnya jauh lebih besar.
Transaksi sempat tinggi, lalu melambat
Dari sisi penjualan, pasar motor listrik juga menunjukkan pola yang naik turun. Antara 2023 ke 2024, transaksi motor listrik disebut nyaris mencapai 80 ribu unit.
Namun, pada periode 2024 ke 2025, lajunya melambat menjadi sekitar 50 ribuan unit. Angka itu memang turun dari lonjakan sebelumnya, tetapi tetap memperlihatkan adanya permintaan yang bergerak di pasar dalam negeri.
Pemerintah menilai akselerasi masih diperlukan
Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, menilai tren kendaraan listrik terus tumbuh, terutama di sektor roda dua. Meski demikian, ia menegaskan bahwa skala yang ada sekarang masih belum berarti jika dibandingkan dengan populasi motor bensin.
“Kita lihat ini terus tumbuh dan yang terbesar sektor roda dua. Tapi dibandingkan angka 140 juta motor bensin, ini belum apa-apa. Makanya, butuh akselerasi dan percepatan,” ujar Trois di Senayan, Jakarta Pusat.
Pernyataan itu menggambarkan tantangan utama pasar motor listrik di Indonesia. Basis pengguna motor bensin masih terlalu besar untuk dikejar dalam waktu singkat.
Populasi kendaraan listrik ikut bergerak naik
Secara lebih luas, kendaraan listrik di Indonesia juga mencatat pertumbuhan. Hingga Februari 2026, total kendaraan listrik di Tanah Air berada di level 358 ribuan unit.
Di tengah angka itu, motor listrik menjadi sektor yang paling menonjol karena pertumbuhannya paling terlihat. Meski begitu, perjalanan menuju dominasi pasar roda dua masih panjang karena motor bensin tetap memegang porsi terbesar.
Source: oto.detik.com






