Motorola Edge 60 Pro tampil sebagai pilihan yang lebih mudah dipahami bagi banyak pembeli di kelas menengah premium. Alasannya bukan hanya harga awal yang lebih rendah, tetapi juga kombinasi kamera yang lebih lengkap, memori yang lebih cepat, dan bobot yang lebih ringan dibanding Vivo T5 Pro.
Selisih paling terasa justru muncul saat melihat paket yang ditawarkan sejak varian dasar. Motorola Edge 60 Pro dibuka dari 28,999 Indian rupees untuk konfigurasi 8GB+256GB, sedangkan Vivo T5 Pro mulai dari 29,999 Indian rupees untuk 8GB+128GB.
Harga dan kapasitas penyimpanan
Dari sini, Motorola langsung unggul dalam efisiensi harga per kapasitas penyimpanan. Pembeli mendapat ruang penyimpanan dua kali lebih besar di harga awal yang bahkan lebih rendah dibanding Vivo.
Motorola juga menyediakan opsi 12GB+256GB seharga 32,999 Indian rupees dan 16GB+512GB seharga 35,999 Indian rupees. Vivo menawarkan 8GB+256GB di 33,999 Indian rupees dan 12GB+256GB di 39,999 Indian rupees.
Perbandingan ini membuat Motorola terlihat lebih agresif untuk konsumen yang ingin naik kapasitas tanpa kenaikan harga yang terlalu jauh. Vivo tetap punya opsi penyimpanan lebih besar, tetapi banderolnya lebih tinggi di setiap tingkat yang disebutkan.
Desain dan layar
Vivo T5 Pro membawa layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 2800 x 1260 dan refresh rate hingga 144Hz. Layar ini juga diklaim mampu mencapai puncak kecerahan 5000 nits.
Motorola Edge 60 Pro memakai panel pOLED quad-curved 6,7 inci dengan resolusi 2712 x 1220 dan refresh rate hingga 120Hz. Ukurannya memang lebih kecil, tetapi desain lengkung di depan dan belakang memberi kesan yang lebih premium.
Bobot juga menjadi pembeda penting untuk pemakaian harian. Motorola berbobot 186 gram, sementara Vivo mencapai 213 gram, sehingga Motorola terasa lebih ringan saat dibawa atau digunakan dalam waktu lama.
Dari sisi ketahanan fisik, Motorola membawa Corning Gorilla Glass 7i dan klaim durabilitas military-grade. Vivo memakai bodi belakang plastic composite, tetapi tetap menjaga kesan premium di balik baterai besar yang dibawanya.
Performa dan memori
Vivo T5 Pro ditenagai Snapdragon 7s Gen 4 berbasis 4nm. Perangkat ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4X hingga 12GB dan area pendingin 18.000 mm persegi untuk membantu menjaga suhu saat beban kerja berat.
Motorola Edge 60 Pro memakai MediaTek Dimensity 8350 Extreme yang juga dibangun pada proses 4nm. Keunggulan utamanya ada pada RAM LPDDR5X hingga 16GB, yang memberi ruang lebih lega untuk multitasking dan respons aplikasi.
Di sisi penyimpanan, Vivo menyediakan 128GB dan 256GB dengan UFS 3.1. Motorola melangkah lebih jauh sampai 512GB dengan UFS 4.0, yang secara spesifikasi lebih cepat untuk baca-tulis data.
Kamera yang lebih lengkap
Perbedaan paling jelas tetap terlihat di bagian kamera. Vivo T5 Pro membawa kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS, kamera bokeh 2MP, dan kamera depan 32MP.
Motorola Edge 60 Pro datang dengan kamera utama 50MP Sony LYTIA 700C, kamera ultrawide/macro 50MP, telefoto 10MP dengan 3x optical zoom, serta kamera depan 50MP. Susunan ini memberi lebih banyak pilihan saat memotret lanskap, objek dekat, maupun foto jarak jauh.
Untuk pengguna yang sering berpindah kebutuhan fotografi, paket Motorola terasa lebih lengkap. Vivo tetap bisa memenuhi kebutuhan foto harian, tetapi fleksibilitasnya tidak seluas Motorola.
Baterai besar dengan pendekatan berbeda
Vivo T5 Pro unggul telak dalam kapasitas baterai karena membawa baterai 9020 mAh berbasis silicon anode. Angka ini sangat besar untuk kelasnya, dan dukungan pengisian cepat 90W membuatnya makin menarik bagi pengguna yang mengejar daya tahan ekstrem.
Motorola Edge 60 Pro memakai baterai 6000 mAh, yang tetap besar untuk segmen ini. Bedanya, Motorola menambahkan 15W wireless charging dan 5W reverse wired charging, dua fitur yang tidak tersedia di Vivo.
Artinya, Vivo lebih unggul dalam kapasitas murni dan potensi durasi pakai. Motorola justru lebih fleksibel untuk urusan pengisian daya dan terasa lebih praktis bagi banyak orang.
Pada akhirnya, Vivo T5 Pro cocok untuk pembeli yang memprioritaskan layar besar, refresh rate tinggi, dan baterai sebesar mungkin. Motorola Edge 60 Pro lebih kuat sebagai paket serba bisa karena harga awalnya lebih rendah, memorinya lebih cepat, kameranya lebih lengkap, bobotnya lebih ringan, dan fitur pengisian dayanya lebih kaya.
Source: tech.sportskeeda.com





