Motorola India menegaskan bahwa langkah hukum yang memicu perdebatan itu diarahkan pada unggahan dan video yang berisi klaim palsu yang bisa dibuktikan, bukan untuk membungkam kritik yang sah. Dalam penjelasannya kepada TechSK dan Sportskeeda, perusahaan menyebut tetap menerima umpan balik jujur dari konsumen, pengulas, dan kreator konten.
Pernyataan itu muncul setelah isu ini keburu membesar di media sosial dan memunculkan kesan bahwa Motorola sedang menargetkan suara-suara negatif di internet. Di tengah ramainya tudingan, perusahaan menilai konteks kasus perlu dibaca lebih hati-hati karena yang dipersoalkan adalah konten dengan klaim yang dinilai menyesatkan.
Dari 300 akun ke 23 entitas
Keributan awalnya dipicu oleh klaim yang beredar luas di kalangan pengamat teknologi dan pengguna media sosial. Salah satu unggahan yang banyak disorot datang dari Yogesh Brar di X, yang menyebut sebuah merek ponsel menggugat lebih dari 300 akun media sosial, termasuk influencer, karena konten negatif yang dianggap merusak citra merek.
Narasi itu cepat menyebar dan membuat banyak orang mengira Motorola sedang membidik ratusan akun satu per satu. Namun, klarifikasi dari akun Hisabi Kitabi G memberi konteks berbeda karena pemberitahuan hukum disebut dikirim kepada 23 entitas, terutama platform seperti Reddit, Meta, Instagram, dan X.
Perbedaan angka ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa angka 300 akun tidak otomatis sama dengan jumlah pihak yang langsung menerima tindakan. Dengan kata lain, jumlah konten yang terdampak tidak identik dengan jumlah akun individu yang disebut dalam rumor awal.
Ratusan unggahan ikut masuk sorotan
Penjelasan lanjutan juga menyebut ada sekitar 360 unggahan dan video yang ditandai dalam perkara tersebut. Sebagian konten itu bahkan berasal dari kreator yang sama, sehingga jumlah unggahan yang terdampak memang bisa jauh lebih besar dari jumlah akun.
Konten yang masuk daftar itu disebut tidak hanya satu jenis. Ada materi yang berasal sejak 2019, termasuk pengalaman di pusat layanan, ulasan perangkat, dan kritik terhadap antarmuka perangkat lunak.
Fakta tersebut membuat kasus Motorola jadi semakin sensitif. Sebab, bila sebuah proses hukum menyentuh ulasan produk, pengalaman servis, dan komentar soal perangkat lunak, batas antara penertiban klaim palsu dan pembatasan kritik dianggap sangat tipis.
Video kreator ikut memanaskan polemik
Sorotan publik makin tajam setelah kreator Parasme Saurabh menulis di X bahwa video YouTube miliknya diblokir di India karena perintah pengadilan. Ia menyebut video yang dimaksud berisi kritik terhadap perangkat Motorola.
Menurut laporan referensi, video itu memuat uji ketahanan Moto Edge 70 dan pengalaman terkait pusat layanan untuk Moto Edge 40. Setelah unggahan tersebut menyebar, kreator lain juga menyatakan menerima perintah serupa atas konten mereka.
Kondisi ini memicu pertanyaan baru di kalangan warganet. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah langkah hukum benar-benar ditujukan untuk menindak informasi yang salah, atau justru ikut menyeret ulasan yang masih tergolong sah.
Pembelaan Motorola soal keselamatan publik
Dalam pernyataannya, Motorola menegaskan komitmennya terhadap keselamatan konsumen, kualitas produk, dan dialog terbuka dengan komunitas yang dilayaninya. Perusahaan juga menekankan bahwa mereka mendengarkan masukan dari konsumen, pengulas, dan kreator konten.
Motorola menjelaskan bahwa tindakan hukum itu diambil demi kepentingan keselamatan publik. Perusahaan menyebut ada unggahan dan video yang berisi klaim palsu yang bisa dibuktikan, termasuk tuduhan bahwa perangkat Motorola meledak atau terbakar, padahal insiden semacam itu disebut tidak terjadi.
Menurut Motorola, klaim seperti itu dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Perusahaan juga menilai informasi yang dibuat-buat bisa merugikan konsumen yang bergantung pada data akurat saat mempertimbangkan pembelian perangkat.
Di sisi lain, Motorola menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menekan ulasan produk yang sah, keluhan konsumen, atau komentar kritis. Perusahaan juga menyampaikan bahwa masalah produk akan ditangani lewat jalur layanan pelanggan secara cepat dan adil.
Motorola kini disebut sedang meninjau cakupan proses hukum yang berjalan. Dalam pernyataan itu, perusahaan juga meminta maaf kepada kreator yang mungkin terdampak secara tidak sengaja, sambil menekankan bahwa perhatian utama mereka tetap pada konten yang memuat klaim tidak benar.
Source: tech.sportskeeda.com





