Motorola Razr Fold langsung tampil dengan senjata yang paling sulit ditandingi di kelas ponsel lipat premium, yakni baterai 6.000 mAh dan kamera berperingkat DXOMARK 164. Kombinasi itu membuat perangkat ini tidak hanya mengandalkan desain lipat, tetapi juga daya tahan dan kualitas kamera yang serius.
Di Indonesia, Motorola menempatkan perangkat ini sebagai foldable yang tidak meminta pengguna berkompromi pada dua hal penting tersebut. Product Portfolio Head Motorola Indonesia, Zulfahmi, menyebut kualitas kamera menjadi salah satu alasan utama perusahaan percaya diri saat meluncurkannya di Jakarta.
7 Keunggulan Motorola Razr Fold
Perangkat ini dibangun untuk bersaing langsung di segmen lipat premium dengan paket fitur yang sangat padat. Berikut tujuh keunggulan utama yang menjadi andalannya.
1. Kamera Foldable dengan Skor DXOMARK 164
Sektor kamera menjadi daya tarik terbesar karena Motorola menyebut Razr Fold berada di posisi pertama untuk kategori smartphone foldable dan flip berdasarkan pengujian DXOMARK. Skor kamera yang diraih mencapai 164.
Sistem kameranya terdiri dari tiga sensor 50 MP, yaitu kamera utama dengan sensor Sony LYTIA 828, kamera telefoto periskop Sony LYTIA 600, dan kamera ultrawide 50 MP.
2. Rekam Video 8K dengan Dolby Vision
Motorola Razr Fold mendukung perekaman video hingga 8K lewat kamera utama. Semua sensornya juga bisa merekam hingga 4K, termasuk slow motion 4K 120 fps.
Fitur Dolby Vision tersedia pada kamera utama dan kamera periskop. Motorola mengklaim kombinasi Dolby Vision dan sensor Sony LYTIA 828 memberi dynamic range hingga enam kali lebih luas dibanding sistem kamera pada umumnya.
3. Baterai Jumbo 6.000 mAh
Untuk daya, Motorola membekali perangkat ini dengan baterai 6.000 mAh. Kapasitas itu lebih besar dibanding banyak ponsel lipat premium lain yang umumnya masih berada di kisaran 4.800-5.000 mAh.
Baterai tersebut mendukung pengisian cepat kabel 80 watt dan pengisian nirkabel 50 watt. Motorola menilai kapasitas besar menjadi prioritas penting karena manfaatnya akan terus terasa selama perangkat digunakan.
4. Layar Cover 165 Hz, Lebih Mulus dari Kompetitor
Motorola Razr Fold memakai layar cover pOLED 6,6 inci dengan refresh rate hingga 165 Hz. Angka ini lebih tinggi dibanding sejumlah pesaing yang masih bertahan di 120 Hz.
Layar luar tersebut memiliki resolusi 2.520 x 1.080 piksel, rasio 21:9, kecerahan puncak 6.000 nit, dukungan Dolby Vision, HDR10+, cakupan warna 100% DCI-P3, dan panel 10-bit. Di bagian dalam, tersedia layar utama LTPO 2K 8,1 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 6.200 nit.
| Bagian Layar | Ukuran | Refresh Rate | Kecerahan Puncak |
|---|---|---|---|
| Layar cover pOLED | 6,6 inci | 165 Hz | 6.000 nit |
| Layar utama LTPO 2K | 8,1 inci | 120 Hz | 6.200 nit |
5. Engsel Titanium dan Perlindungan Air
Bagian engsel menjadi salah satu fokus utama pada ponsel lipat, dan Motorola menjawabnya dengan titanium-reinforced hinge. Konstruksi ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan saat perangkat dipakai harian.
Razr Fold juga memiliki perlindungan terhadap air, termasuk saat terkena tekanan air maupun perendaman. Motorola bahkan menyertakan protective case di dalam kotak penjualan untuk membantu melindungi layar dan modul kamera.
6. Performa Snapdragon 8 Gen 5
Untuk performa, Motorola mempercayakan Razr Fold pada Snapdragon 8 Gen 5. Chipset itu dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan internal UFS 4.1 berkapasitas 256 GB.
Motorola mengklaim skor AnTuTu perangkat ini mencapai sekitar 3,2 juta poin. Agar suhu tetap stabil, ponsel ini dibekali vapor chamber seluas sekitar 6.200 milimeter persegi, sementara Moto AI terintegrasi dengan Gemini untuk mendukung fungsi berbasis AI di perangkat.
7. Multitasking dan Mode Laptop
Motorola Razr Fold juga disiapkan untuk produktivitas lewat layar besar. Pengguna bisa membuka dua aplikasi berdampingan dengan side-by-side view, memakai free window, mengubah ukuran jendela, dan memindahkannya sesuai kebutuhan.
Split screen dapat diaktifkan dengan gestur tiga jari, sedangkan mode laptop memungkinkan layar bagian atas menampilkan video atau dokumen saat perangkat dilipat sebagian. Layar bawah kemudian berubah menjadi panel kontrol, papan ketik, atau trackpad, dan perangkat dapat menyesuaikan tampilan berdasarkan sudut lipatan.
Untuk hiburan, Motorola melengkapi perangkat ini dengan Sound by Bose dan Dolby Atmos.
| Fitur Produktivitas | Fungsi Utama |
|---|---|
| Side-by-side view | Membuka dua aplikasi berdampingan |
| Free window | Memakai dan mengatur ukuran jendela aplikasi |
| Mode laptop | Layar atas untuk konten, layar bawah untuk kontrol |
Harga Motorola Razr Fold
Motorola Razr Fold dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp25,5 juta. Perangkat ini tersedia dalam dua pilihan warna, salah satunya Pantone Deli White dengan silk-inspired finish.
Selama periode promosi 13-20 Juli 2026, pembeli bisa mendapatkan bonus dengan nilai total hingga Rp10,7 juta. Paket itu mencakup Moto Watch, Moto Buds, paket data XL hingga 120 GB, voucher hotel Mister Aladin Rp800.000, layanan hiburan premium, langganan layanan digital, dan perlindungan layar dari keretakan.
Dengan kamera DXOMARK 164, baterai 6.000 mAh, layar 165 Hz, dan performa flagship, Motorola menempatkan Razr Fold sebagai lawan yang sangat serius di pasar ponsel lipat premium. Zulfahmi menyebut perangkat ini punya posisi yang sangat kompetitif berkat sensor kamera, baterai besar, dan layar dengan tingkat kecerahan tinggi.







